Selasa 07 Jun 2016 20:49 WIB

Pemerintah Pastikan Bahan Pokok Aman Tiga Bulan ke Depan

Pedagang bahan pokok menata dagangannya di Pasar Jatinegara, Jakarta, Selasa (20/1). ( Republika/Prayogi)
Foto: Republika/Prayogi
Pedagang bahan pokok menata dagangannya di Pasar Jatinegara, Jakarta, Selasa (20/1). ( Republika/Prayogi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan ketersediaan bahan pangan pokok strategis dalam menghadapi puasa dan Hari Idul Fitri 1437 Hijriah masih dalam kondisi yang aman. Stok pangan aman bahkan hingga tiga bulan ke depan.

"Dalam pengertian ada beberapa komoditas ada yang mengalami surplus," kata Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementan Benny Rachman, dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (7/6).

Benny mengatakan, beberapa komoditas yang ada dalam posisi aman antara lain adalah beras meskipun harga di tingkat konsumen sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan harga di tingkat produsen. Sementara untuk gula pasir juga berada pada kondisi aman untuk pasokan dan ketersediaan.

Menurut Benny, komoditas lain seperti bawang merah saat ini kondisinya juga sudah mencukupi meskipun harga di tingkat konsumen masih relatif tinggi. Pasokan ke Pasar Induk Kramat Jati Jakarta, juga sudah mengalami kenaikan dibandingkan sebelumnya.

"Harga di tingkat produsen itu sekarang sangat rendah, ketersediaan cukup, sementara di tingkat konsumen relatif tinggi, ini yang perlu dicermati bersama, ada rantai pasok yang tidak efisien. Kementan dan Kementerian Perdagangan mulai memperpendek rantai pasok sehingga harga di tingkat konsumen wajar," ujar Benny.

Benny menambahkan, untuk daging sapi yang saat ini masih relatif tinggi khususnya di tingkat konsumen, memang untuk kebutuhan domestik sebanyak 28 persen. Itu biasanya dipenuhi dari impor.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement