Jumat 22 Apr 2016 15:38 WIB

Ada Saluran Air Kuno di Situs Liyangan Gunung Sindoro

Red: Nur Aini
Situs Liyangan
Foto: Google
Situs Liyangan

REPUBLIKA.CO.ID,TEMANGGUNG -- Tim ekskavasi Situs Liyangan di lereng Gunung Sindoro di Desa Purbosari, Kabupaten Temanggung, menemukan lima lapis talut border di atas area pemujaan dan di antara talut tersebut diduga terdapat saluran air kuno.

"Talut yang ada di atas pemujaan ini termasuk istimewa, karena ada lima lapis dan di antaranya diduga terdapat saluran air," kata Ketua Tim Ekskavasi Situs Liangan dari Balai Arkeologi Yogyakarta, Sugeng Riyanto, di Temanggung, Jumat (22/4).

Sugeng menjelaskan dari lokasi talut paling bawah kalau ditarik garis letaknya sejajar dengan sisa bangunan rumah yang ditemukan pada ekskavasi sebelumnya dan jika ditarik lagi ke bawah akan tersambung dengan area rumah panggung yang ditemukan tahun 2010. "Kalau ditarik lagi di sekitarnya berada di area pertanian. Kami belum tahu persis ini untuk pertanian atau hunian," katanya.

Ia menuturkan talut pertama bagian bawah sejajar dengan rumah, kemudian di lapis kedua itu ada talut ganda sehingga dua talut bolder itu satu konstruksi, kemudian ada sela sekitar satu meter ada talut ganda lagi. Ia mengatakan di antara talut ganda itu posisinya lebih rendah, seperti cekungan memanjang kemungkinan ini jalan air, tetapi ini baru dugaan belum bisa dipastikan.

"Di tengah jalur tadi kami temukan sebuah saluran kecil, kira-kira lebar 30 centimeter memotong yang diduga saluran air itu," katanya.

Ia menuturkan temuan-temuan seperti itu yang membedakan situs peninggalan zaman Mataram Kuno ini dengan situs-situs lainnya. Ia mengatakan dekat saluran air itu ditemukan tulang belulang dan pecahan keramik yang terkonsentrasi, serta sisa-sisa bangunan berbahan organik, yang telah menjadi arang. Temuan tulang diduga sama dengan temuan sebelumnya, yakni binatang ternak seperti kerbau.

Tim ekskavasi juga menemukan serbuk sari tanaman di tempat itu yang akan dikirim ke labolatorium untuk diketahui jenis tanaman pada saat itu. "Serbuk sari ini sangat penting, untuk mengetahui tanaman yang ada tersebut padi-padian, bunga, atau lainnya, karena berkaitan dengan temuan bangunan," katanya.

Ia mengatakan, ekskavasi kali ini yang berlangsung sejak awal April 2016 ini akan berakhir Sabtu (23/4) dan untuk mengamankan temuan tersebut, lokasi temuan nanti ditutup terpal dan tanah, seperti temuan lainnya sehingga saat dibutuhkan nanti bisa dibuka lagi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement