Jumat 22 Apr 2016 13:52 WIB

Fokal IMM: Ahok Dinilai tak Ideal untuk Memimpin Jakarta, Ini Alasannya

Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Ilham
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Foto: Antara
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) Armyn Gultom mengatakan, jabatan gubernur DKI Jakarta seharusnya dipegang oleh orang yang memiliki sifat amanah, bertanggung jawab, berkeadilan, dan memiliki kemampuan mengelola anggaran.

Terkait kondisi yang saat ini terjadi, ia menilai kondisi kepemimpinan Jakarta masih jauh dari kata ideal. "Gubernur DKI Jakarta (Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok) yang sekarang berani tetapi kurang bertata krama. Boleh berani, boleh tegas, tapi tidak boleh keras. Berani iya, tapi harus adil," katanya, Jumat, (22/4).

Pemimpin harus berani pada semua pihak. Memindahkan masyarakat kecil di lahan negara memang sudah seharusnya, tapi harusnya dilakukan dengan cara yang persuasif dan juga harus disiapkan tempat yang sesuai.

Armyn menilai, saat ini terjadi ketidakadilan di Jakarta. Gubernur Ahok hanya berani menggusur rakyat di lahan hijau, tetapi tidak berani mengkritisi serta membongkar bangunan menjulang yang melanggar RTRW. "Keadilan itu harus di semua pihak, bukan subjektif," ujarnya.

Kemudian, soal pengelolaan APBD DKI Jakarta, seharusnya anggaran yang mencapai puluhan triliun tersebut bisa digunakan untuk kesejahteraan masyarakat. "Dalam artian bukan memberikan bantuan langsung tunai, tapi pemberdayaan ekonomi, bagaimana mendongkrak kelas bawah ke menengah, sehingga kesenjangan sosial menurun, sedangkan kesejahteraan masyarakat meningkat," katanya.

Menurut Armyn, hal itu bukan berarti menurunkan kelas atas, tetapi bagaimana menaikkan kelas bawah agar ketimpangan tidak terlalu jauh.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement