Sabtu 26 Mar 2016 14:53 WIB

Teror Radikalisme Ancam Keutuhan NKRI

Radikalisme(ilustrasi)
Foto: punkway.net
Radikalisme(ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU -- Pemuda di Kabupaten Mamuju Tengah Provinsi Sulawesi Barat diajak menangkal segala bentuk aksi radikalisme mengatasnamakan agama untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) organisasi masyarakat Forum Persaudaraan Pemuda Sulbar (FPPS), Nirwansyah mengatakan, semangat nasionalisme harus terus dipelihara seluruh warga negara, sebagai upaya mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara. "Serta menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI dari berbagai macam ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan," kata dia di Mamuju, Sabtu.

Ia mengatakan, pemuda mesti berperan aktif menangkal segala bentuk aksi radikalisme mengatasnamakan agama dan juga menjaga nasionalisme dari segala bentuk ancaman bertentangan dengan Pancasila sebagai dasar negara. Sebagian negara sudah tidak terlepas dari pengaruh persoalan radikalisme dan terorisme seperti melanda kawasan Timur Tengah, khususnya Irak dan Suriah.

"Bahkan pengaruh ancaman tersebut melanda kawasan Asia, Eropa dan Amerika, dan negara yang dianggap memusuhinya," katanya.

Menurut dia, bom di Prancis pada 2015, Indonesia pada 2016 dan Belgia juga pada 2016 merupakan ancaman yang juga dapat mengancam keutuhan pancasila sebagai dasar negara dan NKRI. Perkembangan teknologi yang semakin canggih, trend penggunaan media sosial telah dimanfaatkan oleh kelompok radikal, menebar paham radikal melalui situs-situs, buku-buku, ceramah-ceramah, masih mudah dijumpai.

"Begitu juga melalui pendidikan mulai dari sekolah-sekolah, kampus-kampus, pesantren-pesantren, dan itu merupakan ancaman," katanya.

Karena itu, perlu usaha bersama dari pemerintah, organisasi kemasyarakat, organisasi kemahasiswaan dan pemuda, LSM dan Pers dalam rangka membentengi diri masyarakat dari pengaruh paham radikal, terlebih masuk menjadi anggota kelompok radikal tersebut untuk menjaga keutuhan negara.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement