REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- DPRD Kota Bekasi menyepakati Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun anggaran 2016 sebesar Rp 4,49 triliun. Dana itu terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp 1,66 triliun dan belanja langsung Rp 2,22 triliun.
"Ini menunjukkan arah pembangunan dan kebijakan umum dan prioritas, diprioritaskan pada penyelenggaran reformasi birokrasi, pembangunan sarana dan parasarana kebutuhan dasar masyarakat Kota Bekasi," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Bekasi, Jumat (27/11).
Beberapa prioritas program itu, kata Rahmat, antara lain peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, sosial. "Lalu pertumbuhan ekonomi Kota Bekasi yang berbasis ekonomi kerakyatan," ujar dia.
Nantinya, Pemkot Bekasi akan meminta setiap kepala SKPD untuk memberikan kesanggupan penyerapan anggaran APBD 2016 setiap tiga bulan sekali. "Setiap kepala SKPD akan memberikan kesanggupan dalam tahap triwulan I hingga triwulan IV penyerapan dan penyelenggaraan APBD 2016," ucap dia.