Selasa 18 Aug 2015 19:17 WIB

Komnas HAM Ingin Laporkan Kemenpora ke Jokowi

Rep: c11 / Red: Karta Raharja Ucu
Bonus Medali SeaGames. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memberikan sambutan sebelum penyerahan bonus peraih medali di SEA Games 2015 Singapura di Gedung Kemenpora, Jakarta, Kamis (9/7).
Foto: Republika/ Wihdan
Bonus Medali SeaGames. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memberikan sambutan sebelum penyerahan bonus peraih medali di SEA Games 2015 Singapura di Gedung Kemenpora, Jakarta, Kamis (9/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas Ham) akan melaporkan kepada Presiden Joko Widodo terkait tindak lanjut keluhan para pelaku sepak bola nasional, akibat dampak dari Surat Keputusan (SK) Menpora.

Juru bicara Kemenpora, Gatot S Dewa Broto mengatakan tidak masalah apabila Komnas Ham ingin menindaklanjuti kepada Jokowi. "Monggo silahkan, itu hak Komnas Ham," kata Gatot, Selasa (18/8).

Adapun langkah ini diambil setelah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi tidak memenuhi undangan Komnas HAM, Kamis (13/8) lalu. Gatot mengatakan pada saat itu Menpora tengah dalam kesibukan sehingga tidak dapat hadir dalam pertemuan dengan bebrapa pihak yang telah diundang oleh Komnas Ham.

Tetapi, Gatot mengatakan sudah ada perwakilan dari biro hukum untuk ikut serta dalam pertemuan. Menurutnya, tidak masalah jika Menpora diwakilkan yang lain.

"Kan sudah diberikan kuasa kepada biro hukum, selama menjadi kuasa kepada pejabat terkait itu sah saja yah. Intinya kami menghargai Komnas HAM," ujar Gatot.

Dalam pertemuan Komnas HAM tidak hanya mengundang Menpora saja dalam diskusi multipihak itu. Melainkan juga memanggil pemain, pelatih, wasit, suporter, KONI, dan juga Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti. Sayangnya Imam Nahrawi yang diharapkan hadir tidak tidak hadir dalam pertemuan di kantor Komnas HAM itu.

"Awalnya kita harapkan Menpora hadir, karena banyak sekali pihak yang harus dirugikan karena dampak dari kericuhan ini," kata komisioner Komnas HAM, Siane Indriani.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement