Ahad 12 Jul 2015 19:48 WIB

Waketum: Tak Elok Demokrat Masuk Kabinet

Rep: Agus Raharjo/ Red: Angga Indrawan
Syarief Hasan
Foto: Rakhmawaty La'lang
Syarief Hasan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan kembali menegaskan bahwa partainya sebagai partai penyeimbang pemerintah. Menurutnya, sangat tidak elok kalau Demokrat sampai masuk dalam pemerintahan.

“Tidak elok rasanya kalau Demokrat ikut dalam kabinet (Jokowi),” kata Syarief Hasan di Jakarta, Ahad (12/7).

Mantan Ketua Harian Demokrat ini menambahkan, partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudoyono (SBY) ini tidak ikut berjuang dalam memenangkan pasangan Jokowi-JK. Jadi menurutnya, Demokrat tidak ingin ikut menikmati hasil di proses reshuffle yang akan dilakukan Presiden Jokowi.

Demokrat memersilakan Jokowi dan PDIP serta Koalisi Indonesia Hebat (KIH) untuk memerintah negara ini. Mereka, kata mantan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah era SBY ini, adalah pemenang di pemilihan presiden tahun lalu. Jadi mereka yang layak menikmati hasil kemenangan di pilpres. Baik-buruknya pemerintahan saat ini, sambungnya, menjadi tanggung jawab mereka dan partai pengusung.

Syarief Hasan menilai, urusan reshuffle kabinet tidak ada kaitannya dengan strategi dukungan suara di parlemen. Menurutnya, parlemen berbeda dengan kabinet. “Tak ada kaitannya menarik Demokrat untuk membuat posisi dukungan pada pemerintah di parlemen menjadi mayoritas,” imbuh dia.

Sebelumnya, politikus PDIP mengisyaratkan agar Presiden mengajak bergabung partai politik di luar Koalisi Indonesia Hebat (KIH) untuk membuat dukungan di parlemen menjadi mayoritas. Saat ini dukungan KIH belum mencapai angka 50 persen plus 1 di parlemen.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement