Selasa 16 Jun 2015 15:10 WIB
Engeline Tewas

Alfatihah Iringi Pemulangan Engeline ke Banyuwangi

Rep: Ahmad Baraas/ Red: Winda Destiana Putri
Seorang warga menyalakan lilin saat menggelar renungan untuk Angeline di depan Unit Forensik, RSUP Sanglah, Kota Denpasar, Bali, Minggu (14/5).
Foto: Antara/Fikri Yusuf
Seorang warga menyalakan lilin saat menggelar renungan untuk Angeline di depan Unit Forensik, RSUP Sanglah, Kota Denpasar, Bali, Minggu (14/5).

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Setelah sempat tertunda, jenazah Engeline akhirnya dipulangkan ke Banyuwangi, Selasa (16/6) sore.

Dengan menggunakan mobil ambulans Ikawangi Dewata, jenazah Engeline dibawa ke Desa Kedungpal, Glenmore. Halaman parkir ruang instalasi kamar jenazah RSUP Sanglah Denpasar, dipenuhi warga yang ingin menyaksikan peristiwa pemulangan jenazah Engeline. Sementara itu, belasan mobil ikut mengiringi mobil ambulans yang membawa jenazah korban.

Pemulangan jenazah Engeline sangat istimewa. Menurut Wiryono salah seorang sopir pengangkut rombongan pengantar jenazah, di penyeberangan Gilimanuk rombongan akan diangkut oleh kapal feri yang disiapkan khusus untuk rombongan pengantar jenazah Engeline.

Di RSUP Sanglah suara selawat nabi menggema. Bacaan Alfatihah dan tahlil mengikuti keberangkatan Engeline. Kepala SDN 12 Sanur Denpasar, Ketut Ruta, menyebutkan Engeline masuk dan terdaftar di sekolahnya beragama Kristen Protestan. Tapi dia tidak setuju jika ada yang memasalahkan Engeline dimakamkan secara Islam.

"Kenapa hal itu harus dipersoalkan. Yang penting jenazah Engeline bisa segera dikebumikan dan dia tenang di sisi Yangkuasa," kata Ruta.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement