REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota DPR RI dari PAN, Lucky Hakim, menilai partainya berhasil mempersatukan elit partai. Selama ini mereka terpecah menjadi Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP).
"Ini berarti PAN mampu membawa mereka untuk sama - sama menggenggam tangan," imbuh Lucky yang juga menjabat Wasekjen DPP PAN, kepada Republika, Kamis (7/5).
DPP PAN telah melangsungkan pemilihan ketua umumnya pada kongres di Bali pada Februari 2015 lalu. Baru-baru ini melaksanakan Rakernas sebagai langkah lanjutan menentukan arah politik selama lima tahun kedepan.
Rakernas ini dihadiri elit partai seperti Amien Rais, Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, Muhaimin Iskandar, Wiranto, Fadli Zon, Setya Novanto, Anis Matta serta banyak tokoh nasional lainnya menjadi pusat perhatian.
Lucky mencatat setelah Pilpres 2014 silam tidak ada satu momentum politik yang mampu menghadirkan seluruh elit partai yang tergabung dalam KMP maupun KIH. "Ini jadi sorotan publik," imbuhnya. Bagaimana tidak, panasnya konstelasi politik antara KMP dan KIH mampu dicairkan oleh Ketum PAN terpilih yakni Zulkifli Hasan yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua MPR.
Zulkifli dinilainya mampu menjadi jembatan yang menengahi dua kubu politik yang selama ini berseberangan. Menurutnya, hal ini menunjukkan gaya politik yang akomodatif dan aspiratif. Diprediksinya, ini menjadi sebuah pertanda untuk kemajuan PAN agar semakin baik dalam memenuhi keinginan masyarakat dalam membangun kemajuan bangsa dan negara.