REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wapres Jusuf Kalla mengkritik sikap tiga aktivis antikorupsi yang mengadu ke Istana lantaran ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri. Sekjen Transparency International Indonesia (TII) Dadang Tri Sasongko menilai publik akan menilai Jokowi JK tidak kompak.
"Kesan kuat yang saya dapat, JK (dan) Jokowi sedang berbeda pendapat tentang sikap kriminalisasi yang terjadi," ujar Dadang melalui pesan singkatnya kepada Republika, Ahad (8/3).
Menurut dia, Presiden Jokowi sudah memerintah untuk Polri menghentikan kriminalisasi terhadap tiga penggiat korupsi tersebut. Namun, melihat sikap JK yang mendesak tiga aktivis antikorupsi tersebut memenuhi panggilan Bareskrim Polri, ia menilai JK sudah berseberangn dengan perintah Jokowi.
Dadangmenjelaskan, sejauh ini kunjungan tiga aktivis ke Sekretariat Negara hanya sebagai respon positif mereka terhadap perintah Presiden Jokowi. Publik pun lebih berpegang pada instruksi Presiden yang memerintahkan penghentian pemeriksaan itu.
Dia menyebut, perbedaan pendapat secara terbuka ini akan berpotensi membahayakan soliditas pemerintahan, termasuk arah penegakan hukum yang akan dan sedang dijalankan.