Selasa 24 Feb 2015 16:41 WIB

Nelayan Pangkal Pinang Alih Profesi

Nelayan mengangkat keranjang berisi ikan hasil tangkapan mereka. (ilustrasi).
Foto: Antara/Arief Priyono
Nelayan mengangkat keranjang berisi ikan hasil tangkapan mereka. (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, PANGKALPINANG -- Sebagian nelayan tradisional di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung beralih profesi menjadi pedagang dan kuli bangunan. Ini lantaran cuaca buruk berupa gelombang tinggi, hujan lebat dan badai terus melanda perairan di daerah itu.

"Sudah hampir dua bulan cuaca buruk, angin kencang, sehingga kami takut melaut," ujar salah seorang nelayan, Hasan, Selasa (24/2).

Menurut dia, akibat cuaca buruk, sebagian besar nelayan jarang melaut. Sedangkan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari terpaksa mencari pekerjaan lain sepereti menjadi pedagang dan ada juga yang menjadi kuli bangunan.

"Ada juga nelayan yang hanya memeriksa keadaan kapal saja seperti mengecek mesin, alat tangkap, mengecat kapal dan menambal badan kapal jika ada yang berlubang," ujarnya.

Ia mengatakan kalau pun dipaksakan melaut akan rugi karena hasil tangkapan juga sangat berkurang dan risikonya kecelakaan di laut sangat besar.

"Satu bulan lumayan menjadi pedagang cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, seperti untuk membeli beras, sayur, lauk pauk, dan belanja sekolah anak," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement