REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Koalisi Merah Putih (KMP) yang sukses dengan langkah politiknya di tingkat nasional diprediksi akan tetap solid menyongsong Pemilihan Kepala Daerah Langsung. Saat ini, pembicaraan di pimpinan KMP untuk tetap bersama di pilkada semakin menguat.
Ketua DPP Golkar, Nurul Arifin mengatakan dalam pembicaraan tingkat pimpinan partai yang tergabung di KMP, arahnya menuju kesolidan di pilkada. KMP saat ini masih memetakan daerah-daerah yang kekuatan calon kepala daerahnya kuat jika bersama. Kalau dengan tetap berkoalisi KMP tetap kuat, maka KMP akan bersama.
"Mapping (pemetaan) kekuatan sudah ada tapi masih global, yang penting kita ingin tetap solid," kata Nurul Arifin pada Republika, Senin (23/2).
Nurul menambahkan partai-partai yang tergabung dalam KMP baru akan membicarakan secata detail rumus untuk koalisi di tiap daerah. Sebab, beberapa daerah masih dimungkinkan untuk tidak bersama-sama dalam KMP. Misalnya, kepala daerah dan wakil kepala daerah yang meneruskan pemerintahan lama.
Sementara, dalam pilkada yang lama, koalisi belum bersama dalam KMP. Menurut Nurul, koalisi di KMP akan terjaga dengan kesepakatan di masing-masing daerah. KMP akan mendorong pengajuan calon kepala daerah yang baru untuk tetap berada dalam wadah KMP.
Kalau tidak, imbuh dia, KMP di tingkat nasional akan menanyakan alasan ketidaksolidan KMP di daerah. Rumusan kesepakatan sampai saat ini memang masih belum ada. "Kesepakatan akan diformulasikan dalam rakernas KMP nanti," imbuh Nurul.
Waktu pelaksanaan rakernas KMP sendiri saat ini belum ditentukan. Partai pendukung KMP masih menunggu kongres nasional PAN di Bali selesai dilaksanakan. Setelah itu, petinggi KMP baru akan membahas rakernas dan mulai menyusun formulasi kesepakatan KMP untuk pilkada di daerah.