Selasa 17 Feb 2015 21:38 WIB

Pemkot Tasik Benahi Drainase dan Saluran Irigasi

Rep: C71/ Red: Djibril Muhammad
Pembuatan drainase sering menggangu jalanan
Foto: Antara
Pembuatan drainase sering menggangu jalanan

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya segera melakukan sejumlah tindakan untuk menanggulangi masalah banjir yang baru saja melanda kota berjuluk Kota Santri itu.

Penanganan tersebut berupa tindakan tanggap darurat yang bersifat sementara dan perbaikan saluran air untuk jangka panjang. Meski begitu, sejumlah permasalahan menghadang mengingat pengelolaan aliran air di Kota Tasikmalaya melibatkan banyak pihak.

Bahkan, akibat hujan deras dan banjir yang melanda Kota Tasikmalaya pada Ahad (15/2) malam, saluran irigasi Cikalang di Kampung Leuwigenta, Kelurahan Setianagara, Kecamatan Cibeureum jebol.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air Dinas Bina Marga, Pengairan, Pertambangan, dan Energi Kota Tasikmalaya, Heri Agus Hardiman menjelaskan, hujan deras yang terjadi sekitar enam jam itu mengakibatkan wilayah hilir terdesak. "Debit air tercatat sebesar 213 milimeter kubik," ujar Heri.

Menurut Heri, saat ini karena perbaikan sejumlah titik drainase yang ada di pusat kota, banjir tidak separah kejadian-kejadian sebelumnya. Akan tetapi, kata Heri, aliran air menuju hilir terutama di timur Kota Tasik terjadi penumpukan air yang sangat besar.

"Lokasi jebolnya tembok irigasi merupakan pertemuan air untuk kemudian dibuang ke Citanduy. Karena tidak kuat menahan debit air tembok pun jebol," ujar Heri.

Heri menjelaskan Citanduy merupakan salah satu sungai yang menjadi pembuangan air dari pusat kota. Selain itu, terdapat sungai Ciloseh yang melintas di tengah kota dan sungai Ciwulan di selatan kota.

Saluran air menuju sungai-sungai tersebut, dikelola oleh sejumlah pihak. Untuk saluran irigasi Cikalang, kata Heri, dikelola oleh PSDA Provinsi. Untuk kebutuhan tanggap darurat, pihaknya kini memasang sejumlah karung di lokasi tembok yang jebol.

"Sempat ada rencana untuk pemasangan kawat bronjong namun setelah koordinasi dengan pihak Provinsi justru akan langsung dibangun ulang. Anggarannya sudah ada, untuk perbaikan kira-kira memakan biaya sebesar Rp 300 juta," ujar Heri.

Sementara, anggota komisi III DPRD Kota Tasikmalaya, Ate Tachjan turut menyampaikan sejumlah langkah yang perlu dilakukan pemkot dalam waktu dekat. Ia menyarankan untuk segera melakukan normalisasi sungai dan drainase.

"Saya melihat banjir ini akibat drainase dan sungai yang semakin dangkal," ujar Ate.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement