Selasa 28 Oct 2014 13:18 WIB

Penumpang Transjakarta Terbebani dengan e-Ticket

Rep: C02/ Red: Winda Destiana Putri
e-card Transjakarta
Foto: Transjakarta
e-card Transjakarta

REPUBLIKA.CO.ID, SENAYAN -- Penumpang bus Transjakarta merasa terbebani dengan harga tiket elektronik (e-ticket).

Penumpang harus membayar Rp 40 ribu untuk e-ticket, sedangkan saldo yang dapat digunakan hanya Rp 20 ribu.

Ani, penumpang bus Transjakarta jurusan Blok M-Kota, mengatakan, harga e-ticket terlalu mahal. Perempuan yang hendak transit di halte Harmoni ini mengaku tidak punya e-ticket karena  jarang menggunakan bus Transjakarta untuk bepergian. 

Biasanya, Ani hanya menggunakan motor matic untuk pergi bekerja. "Saya dilarang suami naik motor untuk bekerja," kata ani di halte Gelora Bungkarno, Selasa (28/10).

Menurut karyawan perusahaan swasta ini, masyarakat jakarta yang jarang naik bus Transajakarta bakal malas karena harus membeli tiket dengan harga Rp 40 ribu. Walapun harga tersebut hanya saat pembelian pertama, mereka yang tidak punya uang akan memilih menggunakan kendaraan umum lain seperti kopaja dan metro mini.

Seharusnya, Ani menyatakan, pengelola bus Transjakarta tetap menyediakan tiket satu kali perjalanan.

Sebab, e-ticket bus Transjakarta yang diproduksi oleh beberapa bank itu berlaku sebagai tiket langganan.

Sehingga, kata Ani, ada dua cara untuk membeli tiket bus Transjakarta.

Mereka yang hanya tidak punya cukup uang bisa membeli tiket sekali perjalanan. Sedangkan mereka yang punya cukup uang dan selalu menggunakan bus Transjakarta bisa membeli e-ticket.

"Kalau diwajibkan membeli e-ticket, mereka yang tidak cukup uang akan langsung meninggalkan halte busway," kata Ani.

Pantauan Republika, beberapa penumpang memang terlihat meninggalkan halte GBK dan batal menggunakan bus Transjakarta setelah mengetahui harus membeli e-ticket. Penumpang yang batal menggunakan bus Transjakarta ini seperti Sri yang membawa dua anaknya.

Sri mengatakan, dia baru mengetahui kebijakan menggunakan tiket elektronik ketika menggunakan bus Transjakarta dari koridor I jurusan Blok M-Kota. Biasanya, warga Galur, Jakarta Pusat, ini menggunakan bus Transjakarta dari Halte Galur menunju Halte Kampung Melayu. 

Di halte tersebut, dia tidak perlu membeli e-ticket untuk bepergian dengan bus Transkakarta. Namun hari ini, Sri melanjutkan perjalanan ke Halte GBK.

Ketika akan kembali ke Kampung Melayu, Sri menyatakan, petugas di Halte GBK memintanya membeli tiket elektronik. Karena tidak punya cukup uang, Sri meninggalkan halte dan hendak naik angkutan umum lainya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement