Senin 13 Oct 2014 12:58 WIB

Kampung Pengemis Hasilkan Pengemis Cilik

Rep: c07/ Red: Esthi Maharani
Pengemis musiman. Ilustrasi
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Pengemis musiman. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Daerah Pertanian Utara, Klender, Jakarta Timur, atau yang dikenal dengan nama "Kebon Singkong", merupakan salah satu markas para pengemis di Jakarta. Kawasan padat huni dengan gang-gang sempit di kanan dan kiri jalan itu kebanyakan dihuni oleh para pendatang dari daerah Indramayu, Jawa Barat.

Kebanyakan mereka datang mengadu nasib di Jakarta sejak usia belia. Bahkan banyak diantara mereka yang besar dan tumbuh di jalanan ibukota sebagai anak jalanan.

Andini salah satunya. Bocah berusia sepuluh tahun itu mengaku menjadi pengemis sejak ia masih duduk di kelas 2 SD. Ia memilih menjadi pengemis agar bisa mencari uang jajan sendiri, selain itu lingkungan tempat tinggalnya juga memaksa dirinya menjadi seorang pengemis.

"Ngemis itu kalau habis pulang sekolah. Biasanya di daerah Sarinah atau Bundaran HI," ungkap siswa kelas 4 SD itu di Kebon Singkong, Klender, Jakarta Timur, Ahad (12/10).

Ia mengemis sejak pukul 13.00 hingga pukul 23.00. Dari Kebon Singkong ia bersama beberapa kawannya pergi menggunakan angkutan umum untuk sampai di tempat mereka mengais rejeki.

Ade (12) pengemis lainnya juga mengungkapkan hal yang sama. Bahkan, ia biasa mengemis menggunakan seragam putih merah miliknya.

"Kalau pake seragam biasanya yang kasih uang banyak," ujar Ade.

Setiap harinya ia mengaku bisa mengumpulkan uang sekitar Rp 100.000 hingga 150.000. Biasanya, kata dia, setelah mendapatkan uang ia langsung memberikan kepada ibunya yang juga bekerja sebagai pengamen jalanan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement