REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Saat Mahkamah Kostitusi (MK) mengumumkan hasil gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) presiden, situasi di sekitar gedung MK sempat memanas. Kepolisian mengamankan empat orang di antara massa pendukung Prabowo-Hatta Rajasa yang melakukan unjuk rasa.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya mengatakan, selain mengamankan empat orang, petugas juga mengamankan tiga mobil Unimog. "Supir Unimog berinisial AP, yang ketiga provokasi dan perusakan AS, MD, RM," kata Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (22/8).
Saat ini, kepolisian sedang melakukan pemeriksaan terhadap keempat orang tersebut dan akan segera memutuskan apakah bisa ditetapkan sebagai tersangka atau tidak.
Seperti diketahui sebelumnya, pada 21 Agustus, petugas menyita tiga unit mobil Unimog dari massa pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, ke Mapolda Metro Jaya. Mobil Unimog tersebut dijadikan temeng untuk menggerus kawat berduri. Hal inilah yang membuat petugas kepolisian akhirnya menembakan water cannon dan gas air mata
Akibatnya, 46 orang terkena gas air mata dan empat orang lainnya dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD). Saat ini, tiga orang masih dirawat di rumah sakit tersebut. "Satu anggota polri terluka. Situasi Jakarta sudah kondusif," ujarnya.
Dikatakannnya, mobil Unimog tersebut diketahui dengan nomor polisi D 8139 DI, Z 8383 BM sedangkan satu lagi tidak diketahui nomor polisinya. "Kita coba periksa di Polda tetangga (Jawa Barat dan Banten). Kita akan koordinasi dengan semuanya siapa pemiliknya (mobil Unimog),"paparnya.