Rabu 09 Apr 2014 19:45 WIB

Partai Islam Diimbau Harus Introspeksi

Rep: Erdy Nasrul/ Red: Bilal Ramadhan
Partai Islam
Partai Islam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Islam dinilai harus introspeksi, karena perolehan suara mereka dikalahkan partai nasionalis. Pada penghitungan lebih dari 70 persen versi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, PDIP berada di urutan pertama. Disusul berikutnya Golkar, Gerindra, Demokrat, dan PKB.

Pengamat politik Universitas Padjajaran, Muradi, menyatakan parpol Islam harus introspeksi. Bisa jadi pemilu kali ini menjadi hukuman bagi parpol Islam. Parpol tersebut belum mampu meraih simpati publik, sehingga, parpol Islam hanya PKB yang masuk lima besar. Padahal, pada pemilu 2009, ada dua parpol Islam masuk lima besar, yaitu PAN dan PKS.

Dia menyatakan PKS mendapat pukulan telak pada pemilu kali ini. Suara pendukung PKS menurutnya berpindah ke Gerindra, PDIP, dan juga PKB. Partai berbasis massa NU itu pada 2009 lalu hanya meraih perolehan suara sekitar lima persen dengan 28 kursi di DPR RI.

Parpol Islam menurutnya harus mengganti pola pendekatan kepada masyarakatnya. Pendekatan harus lebih menyentuh aspek kultural masyarakat. Kearifan lokal masyarakat memiliki sentuhan batin luar biasa. PKB menurutnya, melalui Islam kultural yang inklusif, mampu merangkul semua pihak untuk maksimal dalam perolehan suara pada pemilu kali ini.

Sekjen international conference of islamic scholars (ICIS), KH Hasyim Muzadi, menyatakan parpol Islam mengalami kegagalan dalam mensyiarkan keluhuran ajarannya. Parpol Islam lebih banyak mendalil, menceramahi, dan menggurui. Pola seperti itu ternyata tidak membuat kader parpol Islam lebih baik. Bahkan terlibat dalam skandal korupsi yang memalukan.

Pihaknya meminta parpol Islam berbenah diri. Yang paling utama, parpol Islam harus mampu tampil menuangkan pesan - pesan takwa dalam bentuk kebijakan. Di DPR, parpol Islam harus mampu membuat produk legislasi yang pro rakyat, yang tentu sesuai dengan Islam. "Bukan yang sesuai dengan kepentingan asing," imbuhnya.

Jadi dalam prakteknya, tidak perlu lagi mendalil annazofatu minal iman. Yang diperlukan adalah kerjakan dan contohkan melalui diri sendiri, melalui kebijakan legislasi dan eksekutif. Ketika pesan - pesan kebersihan masuk didalam itu semua, maka parpol Islam berarti berfungsi dengan baik.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement