Senin 07 Apr 2014 19:10 WIB

Promosi Kota, Seni, Hingga Industri di Jakarta Marketing Week 2014

Wamen Parekraf Sapta Nirwandar (enam dari kiri), Hermawan Kartajaya (tujuh dari kiri) dalam jumpa pers Jakarta Marketing Week 2014
Foto: ist
Wamen Parekraf Sapta Nirwandar (enam dari kiri), Hermawan Kartajaya (tujuh dari kiri) dalam jumpa pers Jakarta Marketing Week 2014

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Marketing identik dengan penjualan (selling). Padahal lebih dari itu, marketing termasuk di dalamnya adalah cara pengenalan kepada masyarakat.

Berangkat dari hal tersebut, MarkPlus, Inc. kembali menggelar "Jakarta Marketing Week 2014" mulai 7 hingga 13 Mei 2014 di Mall Kota Kasablanka, Jakarta. Ini adalah event kedua, melanjutkan kesukesan penyelenggaraanya di tahun lalu.

"Saya sedih marketing dianggap seperti selling, bujukin orang. Itu salah, kita ingin membenarkan bahwa marketing tidak seperti itu," ujar Hermawan Kartajaya, Founder and Chief Executive of MarkPlus, Inc, Senin (7/4), di Jakarta.

Marketing, sebut Hermawan, juga tidak selamanya berhubungan dengan produk. Tapi juga bisa dihubungkan dengan kota, social movement, perlindungan satwa, juga seni. "Itulah yang coba kita hadirkan di sini," ujar Hermawan.

Untuk promosi kota misalnya, akan diluncurkan event Jakarta Marathon 2014 oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, Wakil Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Peluncuran sekaligus membuka secara resmi gelaran "Jakarta Marketing Week 2014".

Setelahnya akan diluncurkan The 6th TAFISA World Sport for All Games oleh Hayono Isman selaku ketua Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI).

Dua acara bertaraf internasional itu dipastikan menjadi ajang promosi bagi kota Jakarta di mata dunia, sehingga akan memberikan stimulasi ekonomi bagi industri yang terkait. Mulai dari hotel, restoran, dan lain-lain.

Sementara terkait seni akan tampil Syaharani & The Queenfire-Works yang akan meluncurkan album, Andy F Noya sebagai sebuah brand juga penampilan JKT 48.

"Kita bisa lihat bagaimana JKT 48 mengusung konsep 'idol you can meet'. Ini bisa dihubungkan dengan seni," kata Hermawan.

Untuk melengkapi acara, akan hadir para ahli dari berbagai industri yang akan berbagi kisah sukses menjalankan roda bisnis. Sesi berbagi ilmu tersebut akan disajikan lewat berbagai tema mulai dari Brand Hours, Marcomm Hours, Sales Hours, Service Hours, Tourism Hours, dan Digital Hours.

"JMW 2014, para pelaku di dunia pemasaran akan saling terkoneksi satu sama lain, baik kalangan bisnis, industri, serta pemerintahan. Para pengunjung akan mendapatkan banyak benefit mulai dari ilmu, networking, hiburan, (Knowledge, Networking & Entertainment) hingga tersedia berbagai hadiah

menarik dalam event yang tidak memungut biaya apapun dari pengunjung alias gratis," ujar Hermawan.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement