Kamis 03 Apr 2014 14:14 WIB

Penerimaan Anggota Polri Bantu Kurangi Pengangguran

Anggota Polri
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Anggota Polri

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON -- Kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menginstruksikan Kapolri menambah 17.000 anggota polisi baru sangat membantu pemerintah daerah dalam mengurangi tingkat pengangguran.

"Peluang dan kesempatan kerja bagi masyarakat lewat seleksi calon anggota Polri ini sangat membantu mengarungi tingkat pengangguran bagi para pencari lapangan pekerjaan," kata Kasubag Humas Polda Maluku, Kompol Sulaeman Waliulu di Ambon, Kamis.

Sebab dalam penerimaan calon anggota polisi baru, Polri memberikan kesempatan lewat seleksi bagi para pemuda untuk mengikuti pendidikan Akademi Kepolisian (Akpol), Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS), Brigadir polisi atau Secaba Polri maupun Calon Tamtama Polri.

Sulaeman mengatakan, khusus untuk penerimaan calon SIPSS biasanya direkrut dari para lulusan sarjana strata satu atau dua, baik yang berasal dari universitas negeri maupun swasta. Mereka kemudian diwajibkan mengikuti pendidikan selama satu tahun.

Sedangkan untuk penerimaan calon tamtama biasanya diseleksi untuk menjadi anggota Brimob atau Polisi Perairan (Polair).

Polda Maluku tahun lalu telah menerima puluhan tamtama Polri, dan saat ini sementara membuka pendaftaran bagi masyarakat untuk mengikuti seleksi calon Brigdir maupun Polwan.

"Jatah penerimaan anggota Polri yang baru saat ini di Polda Maluku sebanyak 95 orang," katanya.

Setiap tahun Polri membuka kesempatan bagi masyarakat mengikuti proses seleksi penerimaan calon bintara maupun Brimob dan Polwan, agar mereka nantinya disebarkan pada berbagai polres dan polsek di 11 kabupaten dan kota.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement