Jumat 27 Dec 2013 23:23 WIB

Pencarian Mahasiswa Unpad di Pantai Garut Dihentikan

Pantai . Ilustrasi.
Foto: plantagama.faperta.ugm.ac.id
Pantai . Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menghentikan pencarian seorang mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung yang hilang setelah terseret ombak di Pantai Puncak Guha, laut Selatan Garut.

"Kami BPBD sudah berupaya melakukan pencarian mahasiswa yang hilang di pantai Puncak Guha, tapi belum membuahkan hasil, untuk itu sesuai ketentuan pencarian dihentikan," kata Kepala BPBD Kabupaten Garut, Dikdik Hendrajaya kepada wartawan, Jumat (27/12).

Ia menjelaskan mahasiswa korban terseret ombak itu dilaporkan hilang, Jumat (20/12), sesuai ketentuan tanggap darurat berlaku selama tujuh hari.

Sejak dilaporkan hilang, kata Dikdik, BPBD bersama unsur lainnya dari TNI/Polri, nelayan dan masyarakat sekitar dibantu masyarakat telah melakukan pencarian dengan menyisir pantai dan ke tengah lautan. "Pencarian yang telah kami lakukan dengan menyisir pantai, tapi mahasiswa tersebut belum juga ditemukan," katanya.

 

Meskipun upaya pencarian dihentikan, kata Dikdik, petugas lain seperti dari Satuan Polair Polres Garut tetap melakukan pencarian sambil patroli.

Bahkan nelayan sepanjang pantai selatan Garut, lanjut Dikdik, tetap melakukan pencarian sambil beraktivitas melaut mencari ikan. "Kalau dari unsur Polisi tetap mencari, termasuk nelayan juga mencari keberadaan mahasiswa itu sambil melaut," kata Dikdik.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
كَانَ النَّاسُ اُمَّةً وَّاحِدَةً ۗ فَبَعَثَ اللّٰهُ النَّبِيّٖنَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۖ وَاَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيْمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ فِيْهِ اِلَّا الَّذِيْنَ اُوْتُوْهُ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْ ۚ فَهَدَى اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِاِذْنِهٖ ۗ وَاللّٰهُ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.

(QS. Al-Baqarah ayat 213)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement