Jumat 19 Apr 2013 18:46 WIB

Soal Kriteria Kapolri, Komisi lll Tak Amini Ide SBY

Rep: Gilang Akbar Prambadi/ Red: Citra Listya Rini
Ahmad Yani
Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Ahmad Yani

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Informasi adanya niatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk lebih mengedepankan calon Kapolri yang memiliki kedekatan dengan TNI ditanggapi miring.

Nada tak sepakat datang dari mulut Komisi III DPR RI. Visi SBY yang mendambakan suksesor Jenderal Timur Pradopo nanti memiliki jalinan harmonis dengan militer dianggap sebuah sikap angkat tangan.

"Artinya presiden memang melihat ada masalah antar TNI dengan Polri. Lalu dia ingin agar anak buahnya (Kapolri) sendiri yang menangani masalah ini," kata Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Yani kepada Republika di Jakarta, Jumat (19/4).

Yani mengatakan dengan niatan ini tentu membuat peluang dari seluruh jenderal yang bersaing untuk duduk di kursi tertinggi Polri mengerucut.

"Kapolri itu dipilih karena prestasi (bukan hal lain). Ini malah membuat persaingan di tubuh Polri sendiri jadi kasar," ujar Yani.

Anggota dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menyarankan sebaiknya SBY memiliki kriteria lain yang dapat membuat persaingan menjadi sehat. Seperti kinerja yang baik, etos yang menjanjikan dan komitmen yang terpercaya.

Berita Lainnya

Rekomendasi