REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Komnas HAM Nurcholis, Senin (22/10), menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kedatangannya dimaksudkan menggali informasi terkait dugaan intimidasi yang dialami para penyidik KPK oleh Polri.
Menurut Nurcholis, ia bertemu dengan empat pimpinan KPK yaitu Bambang Widjodjanto, Busyro Muqoddas, Zulkarnaen, dan Adnan Pandu Praja. "Kami membicarakan dugaan intimidasi kepada KPK. Itu intinya," kata Nurcholis usai melakukan pembicaraan dengan para pimpinan KPK tersebut.
Selain bertemu dengan pimpinan, Nurcholis mengaku menemui para penyidik KPK. Ia juga menemui para petugas keamanan KPK. "Untuk mendalami laporan pengacara penyidik Novel ke Komnas HAM," katanya.
Nurcholis juga menanyakan kepada para penyidik yang diduga mendapat intimidasi dari Polri. Namun, Nurcholis enggan menerangkan bentuk intimidasi apa yang dilakukan kepada para penyidik KPK. "Intinya adalah kita akan terus bekerja untuk orang-orang yang mengadu ke Komnas HAM karena mendapat gangguan dan kekerasan," katanya.
Seperti diketahui, Komnas HAM akhirnya membentuk tim investigasi setelah mendapatkan laporan telah terjadi intimidasi terhadap seorang penyidik KPK, Novel Baswedan, dan keluarganya. Tim itu bertugas untuk menyelidiki apakah telah terjadi pelanggaran HAM di sana.
Dugaan intimidasi muncul setelah Polri berencana menarik 20 penyidiknya dari KPK. Lima penyidik yang lebih memilih bertahan di KPK dikabarkan memperoleh intimidasi dianggap membangkang.