Sabtu 11 Aug 2012 12:04 WIB

Jelang Mudik, Pelni Siagakan Delapan Kapal di Maluku

Pemudik awal pengguna kapal tanpa bersiap menaiki kapal yang mengantarkan mereka ke kampung halaman. PT Pelni mengarahkan 25 kapal untuk angkutan lebaran 2012, delapan kapal di antaranya disiagakan di Maluku (ilustrasi)
Foto: Republika/Aditya Pradana Putra
Pemudik awal pengguna kapal tanpa bersiap menaiki kapal yang mengantarkan mereka ke kampung halaman. PT Pelni mengarahkan 25 kapal untuk angkutan lebaran 2012, delapan kapal di antaranya disiagakan di Maluku (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON -- Mengantisipasi arus mudik Lebaran di wilayah Provinsi Maluku maupun yang akan ke luar daerah, PT Pelni Cabang Ambon menyiagakan delapan kapal penumpang.

"Delapan kapal itu terdiri atas empat kapal tipe 2.000, satu kapal tipe 1.000, dan dua kapal tipe 500, serta satu kapal perintis," Kepala PT Pelni Cabang Ambon, Didik Dwi Prasetiyo, di Ambon, Sabtu (11/8).

Menurut dia, empat kapal tipe 2.000 tersebut, yakni kapal KM Gunung Dempo, KM Lambelu, KM Ngapulu, dan KM Ciremai. Adapun tipe 1.000 adalah KM Kalimutu, dan kapal tipe 500 yaitu KM Sangeang, dan KM Panggrango, serta kapal perintis KM Satu Nusantara 3.1.

Ia mengatakan, ada penambahan trayek untuk KM Ngapulu yang selama ini pangkalannya di Makasar untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selain ke Ambon juga ke arah Kalimantan, yakni dari Makasar, Balik Papan, Pare-pare kembali ke Makasar.

KM Ciremai pada Sabtu (11/8) tiba di Pelabuhan Ambon, dan merupakan hari terakhir pelayarannya di kawasan Timur Indonesia.

Menurut dia, KM Ciremai akan diberbantukan untuk angkutan Lebaran lintas Tanjung Priok-Kijang-Batam-Tanjung Balai-Belawan dan kembali ke Tanjung Priok Jakarta.

Setelah kembali ke Tanjung Priok, lanjutnya, kapal ini tidak beroperasi lagi sambil menunggu untuk direparasi.

Oleh karena itu, kata dia, masyarakat Maluku yang akan mudik dalam wilayah Maluku maupun yang keluar tidak perlu takut karena PT Pelni menyiagakan delapan kapal yang bakal mampu melayani mereka.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement