REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III Aziz Syamsuddin mengatakan sudah sejak awal dirinya terus mengkritik KPK yang terkesan melakukan tebang pilih penuntasan kasus korupsi. Bahkan lembaga pemberantasan korupsi tersebut cenderung menghindari kasus yang terkait dengan partai penguasa.
Saat KPK sedang gencar-gencarnya menangkap sejumlah politisi Partai Golkar dan PDIP dalam kasus suap travel cek pemilihan deputi senior Gubernur BI, Aziz secara tegas mendesak KPK juga menindaklanjuti kasus Johny Allen dan Max Sopacua, dua politisi Partai Demokrat yang juga terlibat sejumlah kasus.
"Saya sudah berulangkali mengatakan agar tak tebang pilih, namun selalu saja terjadi. Ini harus diawasi oleh publik dan komisi III," ujar Aziz.
Sementara anggota DPR dari PDIP, Hendrawan Supratikno menegaskan bahwa masyarakat sudah terlalu capek dengan KPK yang selalu tebang pilih dalam penuntasan kasus korupsi dengan tak menindaklanjuti kasus yang terlibat dengan partai penguasa.
"KPK bukan lagi lembaga superbody. Orang-orang yang di dalam tak seperti yang diharapkan. Kesannya mereka turut bermain demi kepentingan mereka sendiri dan partai penguasa," ujarnya.
Menurut Hendrawan, dalam kasus besar dan menyita perhatian publik saja seperti skandal Bank Century, KPK melempem, apalagi untuk kasus politisi dari partai penguasa. "Kalau kondisi seperti ini, semua akan 'hopeless'. Seharusnya KPK tak bisa membiarkan kepura-puraan sosial yang menggelayuti langit indonesia," ujarnya.