Jumat 31 Dec 2010 04:23 WIB

Budayawan: Pendidikan Gagal Lahirkan Pemimpin Berhati Nurani

Rep: Yulianingsih/ Red: Stevy Maradona
Budayawan Sujiwo Tedjo
Foto: Blogspot
Budayawan Sujiwo Tedjo

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Budayawan Indonesia Sudjiwo Tejo mengatakan, pendidikan di Indonesia saat ini telah gagal melahirkan pemimpim-pemimpin bangsa yang memiliki hati nurani.

Menurut dia, itu akibat dari Tri darma perguruan tinggi yang berupa  Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat, tidak sesuai dengan kondisi perkembangan jaman.

"Seharusnya pendidikan diberikan setelah melalui proses pencermatan kondisi riil di masyarakat dengan pengabdian. Kearifan lokal yang didapatkan dengan pengabdian ditelaah kemudian hasilnya diberikan untuk pendidikan, hasil akhirnya adalah manusia yang berkarakter dan berhati nurani,” terangnya saat menjadi pembicara dalam diskusi refleksi akhir tahun 2010 yang digelar Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah di gedung PP Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (30/12).

“Memilih pemimpin haruslah yang berhati nurani jangan hanya mengandalkan kecerdasan. Jangan memandang masalah hanya dari gelar doktornya saja. Tetapi lihat permasalahan dari berbagai sudut, lalu putuskan dengan hati nurani,” tegasnya.

 

Indonesia sendiri kata dia, saat ini memerlukan pemimpin yang memiliki karakter dan hati nurani. Dan hal tersebut disebutkannya hanya dapat dicapai dengan menmanfaatkan kearifan lokal di dunia pendidikan.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
كَانَ النَّاسُ اُمَّةً وَّاحِدَةً ۗ فَبَعَثَ اللّٰهُ النَّبِيّٖنَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۖ وَاَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيْمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ فِيْهِ اِلَّا الَّذِيْنَ اُوْتُوْهُ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْ ۚ فَهَدَى اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِاِذْنِهٖ ۗ وَاللّٰهُ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.

(QS. Al-Baqarah ayat 213)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement