Rabu 21 Oct 2026 16:13 WIB

Perempuan Didorong Berperan dalam Gerakan Palestina

Perdamaian global tidak akan pernah tercapai jika perempuan hanya dijadikan penonton,

Rep: Muhyiddin/ Red: A.Syalaby Ichsan
Diskusi Forum Perempuan Iman dan Kebebasan di gedung MUI, Jakarta, Rabu(21/10/2026).
Foto: Republika-Muhyiddin
Diskusi Forum Perempuan Iman dan Kebebasan di gedung MUI, Jakarta, Rabu(21/10/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong penguatan peran perempuan dalam gerakan kemanusiaan dan solidaritas global untuk Palestina. Perempuan dinilai tidak hanya menjadi pihak yang terdampak konflik, tetapi juga harus dilibatkan dalam merumuskan solusi dan membangun perdamaian dunia.

Ketua MUI Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PRK), Siti Ma’rifah mengatakan, perempuan memiliki peran strategis dalam membangun solidaritas kemanusiaan, dari lingkungan keluarga hingga pengambilan keputusan di tingkat global.

Baca Juga

“Peran strategis perempuan dalam membangun solidaritas kemanusiaan dan perdamaian global bukan hanya pelengkap, tetapi merupakan kekuatan utama perdamaian. Karena ibu adalah sebagai pendidik, mediator, penggerak, sekaligus pemimpin,” ujar Siti dalam Forum Perempuan Iman dan Kebebasan di gedung MUI, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Forum bertema “Perempuan, Kemanusiaan dan Solidaritas Global untuk Palestina” tersebut diselenggarakan Islamic Dakwah Fund (IsDF) MUI bekerja sama dengan Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) MUI. Kegiatan ini menjadi ruang dialog untuk memperkuat kontribusi perempuan dalam gerakan kemanusiaan dan solidaritas internasional bagi rakyat Palestina.

Siti menilai, penanaman nilai toleransi, empati, dan antikekerasan sejak dini menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang menjunjung perdamaian. Namun, keterlibatan perempuan dalam negosiasi dan pengambilan keputusan terkait perdamaian masih perlu diperkuat.

“Perdamaian global tidak akan pernah tercapai jika perempuan hanya dijadikan penonton. Kita perlu mendorong penguatan keterlibatan perempuan, termasuk dalam penetapan kuota kebijakan minimal 30 persen keterlibatan perempuan dalam proses-proses perdamaian dunia,”kata dia.

photo
Hind Rajab dibunuh brutal oleh tentara Israel - (Dok Istimewa)

 

Berita Lainnya

Rekomendasi