Selasa 13 Oct 2026 19:33 WIB

Menjadi Tuan Rumah, Memburu Prestasi

Medali tetap penting. Namun, cara medali itu diperjuangkan sama pentingnya.

Pemkot Tangerang Selatan bersama KONI mempersiapkan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026.
Foto: Antara
Pemkot Tangerang Selatan bersama KONI mempersiapkan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ada dua papan skor yang kelak akan dibaca Tangerang Selatan ketika Pekan Olahraga Provinsi VII Banten berakhir.

Yang pertama mudah dilihat: berapa medali yang dibawa pulang atlet-atlet Tangsel. Yang kedua lebih sulit dihitung: seberapa baik kota ini menjalankan perannya sebagai tuan rumah.

Baca Juga

Dua hal itulah yang kini berjalan beriringan menjelang Porprov VII Banten 2026. Bagi Pilar Saga Ichsan, posisi tersebut terasa langsung. Sebagai Ketua Umum Panitia Besar Porprov VII, ia bertanggung jawab memastikan seluruh kontingen mendapat penyelenggaraan yang layak dan pertandingan berlangsung fair.

Tetapi sebagai Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, ia juga mempunyai harapan terhadap atlet kotanya sendiri. “Saya sebagai Ketua PB Porprov, tapi tentu juga sebagai Wakil Wali Kota berharap Tangerang Selatan bisa menjadi juara,” kata Pilar.

Jadi Tuan Rumah dan Ambisi Jadi Juara

Keinginan tersebut tidak muncul tanpa latar belakang. Pada Porprov VI Banten 2022, Tangerang Selatan menyelesaikan kompetisi di posisi ketiga. Status sebagai tuan rumah pada 2026 dengan sendirinya membuat ekspektasi terhadap prestasi kontingen meningkat.

Namun, Pilar mengatakan persiapan atlet tidak dimulai hanya beberapa bulan menjelang pertandingan. Dukungan kepada cabang olahraga dan atlet telah berlangsung melalui KONI Tangsel. Persiapan meliputi latihan, training camp, uji coba dan berbagai kebutuhan pendukung.

Bagi atlet, menjadi tuan rumah dapat membawa keuntungan sekaligus tekanan. Mereka bertanding di kota sendiri, berhadapan dengan penonton yang sebagian besar mengenal nama daerah yang tertera di seragam mereka.

Harapan masyarakat menjadi lebih dekat. Tetapi justru karena itulah Pilar mengingatkan atlet pada hal yang mendasar: stamina, kesiapan teknik dan sportivitas. “Sportivitas penting sekali. Itu modal dasar dari seorang pejuang olahraga,” ujarnya.

Medali tetap penting. Namun, cara medali itu diperjuangkan sama pentingnya.

Peluang di Luar Papan Skor

Porprov juga membawa orang-orang yang tidak ikut bertanding ke dalam cerita.

Atlet datang bersama pelatih dan ofisial. Di sejumlah pertandingan, pendukung dan keluarga ikut hadir. Mereka membutuhkan penginapan, makanan, transportasi dan berbagai kebutuhan selama berada di Tangerang Selatan.

Pilar melihat arus manusia itu sebagai peluang bagi kota.

Hotel, restoran, kafe, UMKM dan pelaku usaha lainnya diharapkan ikut merasakan aktivitas yang muncul selama penyelenggaraan.

Namun, dampak ekonomi sesungguhnya tentu baru dapat diukur setelah acara berlangsung. Untuk sekarang, yang bisa dilakukan adalah membuka ruang agar pelaku ekonomi lokal ikut terlibat.

Pilar juga melihat Porprov sebagai kesempatan memperkenalkan Tangerang Selatan kepada masyarakat Banten dari daerah lain.

Tidak semua orang yang datang untuk pertandingan mengenal Tangsel secara dekat.

Sebagian mungkin hanya mengenal kota tersebut sebagai kawasan penyangga Jakarta. Porprov memberi kesempatan untuk melihat sisi lainnya: kawasan kuliner, hotel, pusat kegiatan masyarakat dan karakter kota yang tumbuh di antara permukiman, pendidikan dan bisnis.

Dengan demikian, perjalanan menuju arena dapat sekaligus menjadi perjalanan mengenal kota.

Porprov Tak Hanya Milik Atlet

Tetapi sebuah pesta olahraga akan kehilangan sebagian maknanya apabila hanya diketahui oleh mereka yang berada di dalam lingkungan olahraga.

Karena itu, menjelang November, tantangan lain yang dihadapi panitia adalah membuat masyarakat ikut merasa memiliki Porprov.

Publikasi dijadwalkan semakin intens melalui media daring, surat kabar, media sosial dan media luar ruang. Warga perlu mengetahui bahwa mereka dapat datang. Mereka perlu mengenal arena, jadwal dan cabang olahraga yang berlangsung di sekitar tempat tinggal mereka.

Dalam wawancara mengenai persiapan Porprov, Pilar berulang kali meminta dukungan warga Tangerang Selatan dan masyarakat Banten.

Ia berharap masyarakat tidak hanya mengetahui Porprov dari pemberitaan, tetapi juga hadir menyaksikan pertandingan.

Sebab dukungan penonton dapat menjadi bagian dari pengalaman seorang atlet ketika membawa nama daerahnya.

 

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi