REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Ketua Komite Standar Nasional Pendidikan (KSNP) pada Badan Standar dan Akreditasi Nasional Pendidikan (BSANP), Prof Triyanto, memaparkan strategi transformasi kualitas pendidikan Indonesia di Australia. Dia menjadi dosen tamu di Faculty of Education, Monash University, Clayton Campus, Melbourne.
Guru Besar Universitas Sebelas Maret (UNS) tersebut menyampaikan kuliah tamu bertajuk "Transforming the Quality of Indonesian Education: Challenges and Strategies". Kegiatan tersebut diikuti secara 12 mahasiswa program Master dan PhD Faculty of Education, Monash University, serta lebih 70 mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3 dari berbagai negara secara daring.
Dalam paparannya, Triyanto menekankan, transformasi kualitas pendidikan Indonesia membutuhkan perubahan paradigma dalam sistem penjaminan mutu. Penjaminan mutu, kata dia, tidak cukup hanya diarahkan untuk memastikan satuan pendidikan memenuhi standar atau persyaratan administratif.
Menurut dia, sistem penjaminan mutu harus dikembangkan menjadi budaya perbaikan berkelanjutan dengan memanfaatkan data dan bukti sebagai dasar pengambilan keputusan. Triyanto mengatakan, penjaminan mutu tidak boleh berhenti sebagai tujuan administratif, tetapi harus menjadi bagian dari upaya perbaikan pendidikan secara berkelanjutan.
"Penjaminan mutu seharusnya tidak menjadi tujuan administratif. Penjaminan mutu harus menjadi infrastruktur untuk perbaikan berkelanjutan," ujar Triyanto dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (6/10/2026)
Menurut Triyanto, kualitas pendidikan tidak dapat hanya diukur dari hasil tes atau capaian akademik peserta didik. Kualitas juga mencakup input, proses pembelajaran, hasil belajar, pemerataan (equity), serta kemampuan sistem pendidikan dalam mengidentifikasi persoalan dan melakukan perbaikan.




