Ahad 04 Oct 2026 18:52 WIB

Densus 88 Antiteror Tangkap 12 Terduga Teroris, Peran Masing-Masing Tersangka Diungkap

Rumah kontrakan terduga teroris terafiliasi Daulah Islamiyah digeledah.

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Mas Alamil Huda
Polisi berjaga di depan rumah kontrakan terduga teroris di Desa Junrejo, Kecamaan Junrejo, Batu, Jawa Timur, Kamis (1/8/2024).
Foto: ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
Polisi berjaga di depan rumah kontrakan terduga teroris di Desa Junrejo, Kecamaan Junrejo, Batu, Jawa Timur, Kamis (1/8/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Densus 88 Antiteror Polri memberikan penjelasan terkait penggeledahan rumah kontrakan terduga teroris di wilayah Antapani Bandung, Jumat (2/10/2026). Mereka menyebut penggeledahan rumah kontrakan terduga teroris terafiliasi Daulah Islamiyah dan jaringan teroris lainnya.

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Myndra Eka Wardhana mengatakan, telah melakukan rangkaian penegakan hukum terhadap 12 orang tersangka teroris di sejumlah wilayah sejak Jumat (2/10/2026). Ia menyebut penegakan hukum dilakukan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Riau, dan Maluku Utara.

Baca Juga

"Para tersangka diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan yang terafiliasi paham Daulah Islamiyah, juga jaringan terorisme lainnya," ucap dia melalui keterangan resmi, Ahad (4/10/2026).

Ia mengatakan, peran masing-masing tersangka yaitu mulai dari konsolidasi jaringan, kegiatan pelatihan, penyebaran propaganda, dan rekrutmen baik secara langsung maupun melalui media sosial. Hingga keterlibatan dalam pemufakatan tindak pidana terorisme.

Myndra mengatakan, langkah penegakan hukum ini dilaksanakan secara terukur dalam rangka mencegah terjadinya aksi teror di Indonesia. Keduabelas tersangka berinisial HN (43 tahun), SM alias NM (52), HA (45), YDKAP (22), Y (36), S (49), A (32), CG (29), J (36), MF (37), AF (26), dan MW (42).

"Hasil penyidikan sementara menunjukkan adanya keterhubungan antartersangka lintas wilayah, khususnya melalui kegiatan pertemuan secara daring, dari indoktrinasi, konsolidasi jaringan, dan aktivitas pembinaan," kata dia.

Salah satu pola yang ditemukan, ia mengatakan, penyelenggaraan pertemuan secara daring yang menghubungkan sejumlah pendukung Daulah Islamiyah dari beberapa daerah secara virtual. Dalam kegiatan penyidikan juga ditemukan dugaan adanya kegiatan pelatihan pada sebagian tersangka.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi