REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - - Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis menghadirkan Program Studi (Prodi) Magister (S2) Informatika. Prodi ini dihadirkan guna menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0 dan era Big Data yang membutuhkan SDM unggul di bidang teknologi telematika.
Prodi S2 Informatika UNM yang telah terakreditasi Unggul ini menawarkan tiga peminatan utama. Yaitu, Artificial Intelligence & Blockchain, Software Engineering & Data Science, serta Computer Vision & Image Processing.
Selain kurikulum yang sudah berbasis industri, mahasiswa S2 UNM juga berkesempatan mengikuti Sandwich Program berupa kolaborasi riset internasional dan joint supervision dengan University of Ioannina, Yunani.
Rektor Universitas Nusa Mandiri, Prof. Dr. Dwiza Riana, menyampaikan bahwa pembukaan program magister ini merupakan komitmen kampus dalam mencetak ahli teknologi yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menciptakan inovasi berdampak global.
“Melalui Program S2 Informatika, kami berkomitmen mempersiapkan SDM berkualitas tinggi yang mampu mengolah data dan teknologi menjadi keputusan strategis. Dukungan kerja sama internasional seperti Sandwich Program dengan University of Ioannina di Yunani juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menghasilkan publikasi bereputasi global,” kata Prof Dwiza dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Total biaya pendidikan untuk S2 Informatika UNM disiapkan sebesar Rp 40 juta untuk empat semester, dengan biaya pendaftaran Rp 300 ribu dan biaya matrikulasi Rp 2,2 juta.
Selain itu, UNM yang terkenal sebagai Kampus Digital Bisnis, juga menyediakan fasilitas beasiswa potongan biaya sebesar 25 persen bagi calon mahasiswa yang memenuhi syarat. Pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui portal resmi https://pmb.nusamandiri.ac.id sedangkan informasi lengkapnya bisa di cek melalui laman https://nusamandiri.ac.id/.
“Langkah penyediaan program magister berstandar internasional ini diharapkan mampu mendorong percepatan pendayagunaan teknologi di Indonesia sekaligus mencetak lulusan S2 yang berdaya saing tinggi di tingkat global,” harapnya.




