REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK – Tim EcoCandle.an dari Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis menyelesaikan Penilaian Kemajuan Pelaksanaan (PKP2) Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) pada Senin (14/9) lalu. Tim memaparkan inovasi pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk lilin aromaterapi yang bernilai ekonomi dan estetika.
Produk lilin diciptakan melalui proses penyaringan jelantah yang diformulasikan dengan soywax, stearic acid, pewarna, serta aroma terapi. Sebelum evaluasi PKP2, tim mahasiswa telah menguji respons pasar secara langsung kepada masyarakat saat kegiatan Car Free Day (CFD) Depok pada 30 Agustus 2026.
Kepala NEX.AI UNM, Dr. Ali Khumaidi, menyampaikan bahwa evaluasi ini menjadi modal berharga bagi tim dalam mematangkan produk dan strategi pemasaran.
“PKP2 menjadi momentum bagi kami untuk melihat kembali sejauh mana program telah berjalan. Evaluasi yang kami dapatkan menjadi bahan penting untuk memperbaiki kualitas produk dan strategi pemasaran demi mempersiapkan diri menuju PIMNAS 2026,” kata Dr. Ali dalam rilis yang diterima, pada Jumat (2/10/2026).
Sementara itu, Dosen Pendamping, Johan Hendri Prasetyo, turut memberikan apresiasi atas keberhasilan mahasiswa mengolah limbah rumah tangga menjadi peluang bisnis bernilai tambah. Hal tersebut juga membantu dalam mengurangi limbah sampah rumah tangga, yang bisa bernilai ekonomis.
“Lewat penguatan model bisnis dan penyempurnaan produk pasca-PKP2, Tim EcoCandle.an Universitas Nusa Mandiri optimistis melangkah menuju ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2026,” ujarnya.




