Senin 07 Sep 2026 15:23 WIB

Prabowo Sebut Takdir Indonesia Berada di the Ring of Fire

Alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara segera signifikan.

Presiden RI Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026).
Foto: BPMI Setpres
Presiden RI Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden RI Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) mengenai perkembangan penanganan bencana alam secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026). Rata digelar untuk memantau kondisi terkini sekaligus mengevaluasi langkah penanganan sejumlah bencana di berbagai wilayah Indonesia.

Prabowo menyatakan, sejumlah situasi terkini menjadi perhatian pemerintah, mulai dari penanganan pascagempa di Flores, erupsi Gunung Anak Krakatau, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak asap. Menurut RI 1, posisi Indonesia yang berada di kawasan cincin api (ring of fire) menuntut kesiapsiagaan menghadapi bencana setiap saat.

Baca Juga

"Ini adalah takdir kita, negara yang berada di lingkaran api, the ring of fire, jadi ini membawa kita untuk siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat," ujar Prabowo didampingi Mensesneg Prasetyo Hadi, Seskab Letkol Inf Teddy Indra Wijaya, dan Kabaloghan Kemenhan Marsdya Yusuf Jauhari.

Menurut Prabowo, perangkat dari berbagai pengalaman penanganan bencana, kapasitas mitigasi nasional perlu terus diperkuat. Salah satunya, sambung dia, melalui peningkatan alokasi anggaran sehingga pemerintah memiliki kesiapan yang lebih besar sebelum bencana terjadi.

"Alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara segera signifikan. Saya kira dalam menghadapi keadaan ke depan kita akan lebih mampu," ucap Prabowo.

Dia menyebut, respons pemerintah terhadap sejumlah bencana sebelumnya telah menunjukkan peningkatan kecepatan dan skala penanganan. Prabowo mencontohkan penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada 2025, yang dilakukan dengan pengerahan kekuatan nasional secara masif.

"Kita pulihkan keadaan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dengan kekuatan kita sendiri. Menurut saya kita cukup berhasil, kita atasi. Saya ucapkan terima kasih ke semua unsur," ucapnya.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi