REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung bakal menyemprot air ke jalanan di Kota Bandung imbas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di wilayah Bandung. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi debu semakin menebal.
"Untuk penyemprotan jalan untuk menghindari debu itu naik kembali itu akan dilakukan penyemprotan untuk hari ini di dua tempat, Jalan Asia Afrika dan Jalan Dago," ucap Kepala BPBD Kota Bandung Didi Riswandi, Senin (7/9/2026).
Ia melanjutkan dua jalan tersebut dipilih karena lokasinya yang banyak dilintasi kendaraan.
Sementara itu Wali Kota Bandung M Farhan mengatakan tidak akan mengeluarkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi seluruh sekolah di Kota Bandung di tengah penyebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Ia meminta para siswa dan guru untuk memakai masker.
"Oke, untuk warga Bandung saya betul-betul menyarankan untuk pakai masker. Ini saya sudah jalan dari hari Sabtu malam kan keliling-keliling, ya salah satu akibatnya ini jadi agak serak gitu ya, jadi sebaiknya dilakukan hal itu," ucap dia ditemui di Bandara Husein Sastranegara, Senin (7/9/2026).
Ia melanjutkan tidak akan mengeluarkan PJJ atau meliburkan bagi anak sekolah. Namun, pihaknya memitigasi dengan memastikan seluruh anak memakai masker.
Lihat postingan ini di Instagram




