REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026, kebutuhan masyarakat terdampak untuk mendapatkan kepastian mengenai kondisi keluarga menjadi prioritas dalam situasi pascabencana. Untuk
membantu masyarakat yang terpisah atau kehilangan akses komunikasi dengan
keluarganya, Palang Merah Indonesia (PMI) membuka layanan Restoring Family Links
(RFL) atau Pemulihan Hubungan Keluarga di NTT.
“Dalam setiap bencana yang menyebabkan orang terpisah dari keluarga atau
kerabat, PMI memprioritaskan layanan RFL untuk membantu mereka kembali
terhubung. Satu kabar tentang keselamatan saja dapat mengakhiri kecemasan
keluarga dan memberikan ketenangan bagi mereka yang menunggu,” kata Sekretaris
Jenderal PMI, A.M. Fachir.
Data Posko PMI Pusat per hari ini, sebanyak 2.814 orang dari enam kabupaten/kota
di Nusa Tenggara Timur telah memanfaatkan layanan RFL. Layanan tersebut
menjangkau masyarakat terdampak di Kabupaten Nagekeo, Manggarai Barat, Ende,
Ngada, Manggarai, dan Manggarai Timur.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.454 orang mengisi formulir untuk menyatakan
mereka “Saya Selamat”, yaitu layanan yang membantu masyarakat menyampaikan
informasi kepada keluarga bahwa mereka berada dalam kondisi selamat. Sementara
itu, 1.355 orang memanfaatkan layanan telepon gratis untuk menghubungi
keluarga atau kerabat dan menyampaikan bahwa mereka berada dalam kondisi
selamat.
Selain membantu masyarakat kembali berkomunikasi, layanan RFL juga membantu lima orang untuk kembali bertemu dengan keluarganya melalui proses
reunifikasi. PMI mendorong masyarakat yang mengalami kesulitan menghubungi keluarga untuk
memanfaatkan layanan RFL dengan menghubungi kontak berikut:
Kab. Nagekeo (0821-4418-5297)
Kab. Ende (0813-3980-1079)
Kab. Ngada (0821-4490-6650)
Kab. Manggarai (0853-3889-9993)
Kab. Manggarai Timur (0878-4204-5572)
Kab. Manggarai Barat (0813-1110-2870)
Kab. Sikka (0812-2229-2204)




