Senin 07 Sep 2026 14:34 WIB

BMKG: Tes Abu Vulkanik di Bandar Udara Soekarno Hatta Sudah Negatif, Bandara Semoga Dibuka

Abu vulkanis erupsi ke Gunung Anak Krakatau sudah mulai berkurang.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Teguh Firmansyah
Calon penumpang pesawat berada di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (7/9/2026). Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma lanjut ditutup hingga pukul 18.00 WIB akibat dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Foto: Republika/Prayogi
Calon penumpang pesawat berada di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (7/9/2026). Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma lanjut ditutup hingga pukul 18.00 WIB akibat dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat abu vulkanis akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mulai berkurang di wilayah Jakarta. Pasalnya, abu vulkanis tersebut bergerak ke arah barat dari Gunung Anak Krakatau.

Pelaksana Harian (Plh) Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan imbas sebaran abu vulkanis ke wilayah Jakarta terpantau mulai berkurang pada Senin (7/9/2026) siang. 

Baca Juga

"Per siang hari ini masih (ada sebaran abu vulkanis di Jakarta), tapi sudah berkurang, tinggal sedikit," kata dia saat dikonfirmasi Republika, Senin siang.

Sekretaris Utama BMKG Sestama mengatakan, sebaran abu vulkanis di wilayah Jakarta divalidasi dengan paper test di bandara.

Berdasarkan hasil paper test di dua bandara, Bandara Budiarto pada pukul 13.00-14.00 WIB dan Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 13.30-14.00 WIB, hasilnya negatif. Bahkan, pengecekan di Bandara Soekarno-Hatta hasilnya abu tidak terlihat dan tidak terasa ketika diraba dengan tangan.

"Ini Bandara Soetta sudah negatif, semoga segera dibuka," kata dia kepada Republika.

Berita Lainnya

Rekomendasi