Sabtu 12 Sep 2026 09:42 WIB

Kapolda Banten: Jaket Pelampung Kedua yang Ditemukan Bukan Milik Kapal Jurnalis Hilang

Informasi tersebut telah dikonfirmasi oleh pemilik kapal Arupadhatu 1,

Sejumlah personel Basarnas menaiki perahu karet RIB 02 Banten pada hari keempat operasi pencarian jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di Carita, Pandeglang, Banten, Jumat (11/9/2026). Dalam pencarian hari keempat yang diperkuat 13 kapal dan dengan perluasan di empat sektor perairan Lampung, Tim SAR gabungan belum mendapatkan hasil.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Sejumlah personel Basarnas menaiki perahu karet RIB 02 Banten pada hari keempat operasi pencarian jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di Carita, Pandeglang, Banten, Jumat (11/9/2026). Dalam pencarian hari keempat yang diperkuat 13 kapal dan dengan perluasan di empat sektor perairan Lampung, Tim SAR gabungan belum mendapatkan hasil.

REPUBLIKA.CO.ID, CILEGON -- Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyatakan temuan pelampung kedua oleh KAL Anyer pada operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, bukan milik kapal Arupadhatu 1.

"Penemuan yang kemarin hari keempat, ada satu life jacket juga sama, kita sudah interogasi tadi malam dari Kasubdit Gakkum Polairud, itu bukan sarana milik kapal Arupadhatu 1," katanya, saat membuka operasi pencarian menggunakan KP Sanjaya di Pelabuhan Ciwandan, Banten, Sabtu.

Baca Juga

Hengki menegaskan, informasi tersebut telah dikonfirmasi oleh pemilik kapal Arupadhatu 1, Sandi Wiyasa, yang menyatakan penemuan peralatan keselamatan itu bukan milik kapalnya.

"Jadi, baik dari penemuan yang pertama berupa satu life jacket maupun pelampung warna putih, itu sudah jelas hasil dari pemeriksaan interogasi kita kepada pemilik kapal Bapak Sandi Wiyasa, itu bukan merupakan sarana keselamatan atau life jacket yang dimiliki kapal Arupadhatu 1 yang sedang kita cari, termasuk penemuan yang kemarin hari keempat, ada satu life jacket juga sama (bukan milik kapal tersebut)," paparnya.

KAP Sanjaya berangkat sekitar pukul 07.30 WIB untuk operasi pencarian hari kelima pada lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak sejak Senin (7/9).

Kapal akan berlayar dengan total perjalanan pulang-pergi 80 mil, kecepatan pergerakan 10 knots, yang ditempuh dalam waktu kurang lebih delapan jam.

Pada hari kelima ini, tim SAR gabungan akan melanjutkan operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal dengan luas area sebesar 4.512 nautical mile, dan penambahan kapal dari sebelumnya 13 menjadi 14 kapal, kemudian dibagi dalam enam sektor.

Pencarian akan lebih difokuskan ke area sekitar Lampung, Bengkulu, dan Ujung Kulon.

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi