REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kehadiran Zarfix dalam rangkaian Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur pekan lalu, menjadi momentum penting dalam perjalanan perusahaan teknologi karya anak bangsa tersebut. Perusahaan memperkenalkan ekosistem teknologinya, termasuk ZarfixMarketplace, yang dirancang mendukung transformasi digital usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Adalah Muhammad Ayyash Nahdi selaku Founder & Visionary Chairman Zarfix. Sebagai founder muda Indonesia, ia membawa visi besar untuk menjadikan teknologi sebagai instrumen penguatan kemandirian ekonomi sekaligus mendorong Indonesia memiliki posisi yang lebih kuat dalam persaingan digital global.
Ayyash membangun Zarfix sebagai ekosistem teknologi yang memanfaatkan artificial intelligence (AI) dan blockchain. Ekosistem tersebut dirancang untuk membuka akses teknologi yang lebih luas bagi pelaku usaha, khususnya UMKM di pasar berkembang. Selain itu, pengembangan Zarfix mengintegrasikan marketplace, AI Engine, serta berbagai sistem pendukung bisnis dalam satu ekosistem digital.
"Sejak awal, Zarfix tidak kami bangun hanya untuk menjadi sebuah marketplace. Ada visi yang lebih besar, yaitu bagaimana teknologi bisa menjadi alat bagi pelaku usaha Indonesia untuk tumbuh, menjadi lebih produktif, dan mempunyai daya saing yang semakin kuat," ujar Ayyash di Jakarta, Kamis (3/9/2026).




