REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) raih Juara 2 UI/UX Design UX Day 2026 yang diselenggarakan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) pada 24 September 2026. Prestasi tersebut diraih Atria Ananda dan Erisca Arlenshya melalui rancangan aplikasi Kota Kita, sebuah gagasan digital yang mengusung pendekatan gamifikasi untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan perkotaan.
Aplikasi Kota Kita dirancang sebagai media bagi masyarakat untuk melaporkan berbagai persoalan di lingkungan perkotaan, mulai dari kerusakan infrastruktur, persoalan kebersihan, hingga isu pelestarian lingkungan. Mengusung slogan “One Photo, One Report, One Better City”, aplikasi tersebut berupaya mendorong warga agar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi turut berpartisipasi dalam menjaga kondisi lingkungan di sekitarnya.
Gagasan Atria dan Erisca berangkat dari persoalan lingkungan perkotaan serta kebutuhan akan sistem pelaporan masyarakat yang lebih partisipatif. Melalui pendekatan digital dan gamifikasi, Kota Kita dirancang untuk membuat proses pelaporan menjadi lebih menarik sekaligus membangun kepedulian masyarakat terhadap kondisi kota. Konsep tersebut juga sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 11 tentang kota dan permukiman yang berkelanjutan.
Aplikasi Kota Kita Dorong Partisipasi Masyarakat Jaga Lingkungan Perkotaan
Atria Ananda selaku ketua tim mengatakan, Kota Kita dikembangkan dengan tujuan mendorong masyarakat agar lebih aktif memperhatikan dan melaporkan berbagai persoalan yang ditemukan di lingkungan sekitar. Pendekatan gamifikasi digunakan untuk menciptakan pengalaman pelaporan yang lebih menarik dan mendorong keterlibatan warga.
“Melalui Kota Kita, kami ingin mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya. Kami mencoba menghadirkan pengalaman pelaporan yang lebih menarik dan partisipatif, sehingga warga tidak hanya melaporkan permasalahan, tetapi juga ikut menjadi bagian dari upaya menjaga kotanya,” ujar Atria.
Dosen pendamping, Andriansah, mengapresiasi proses yang dilakukan mahasiswa dalam mengembangkan Kota Kita hingga berhasil meraih posisi kedua. Menurutnya, kompetisi UI/UX menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan memahami persoalan pengguna dan menerjemahkannya menjadi solusi berbasis teknologi.
“Kota Kita menunjukkan bagaimana mahasiswa dapat melihat persoalan yang ada di lingkungan sekitar kemudian menerjemahkannya menjadi sebuah gagasan digital. Proses seperti ini penting karena mahasiswa tidak hanya belajar mengenai desain, tetapi juga bagaimana memahami kebutuhan pengguna dan menciptakan solusi yang memiliki manfaat,” ujar Andriansah.




