Rabu 26 Aug 2026 14:28 WIB

Magang di LLDIKTI III, Mahasiswa Informatika UNM Asah Skill dan Siapkan Karier

Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, juga perlu memiliki pengalaman nyata.

Mahasiswa Pordi Informatika UNM, MHD Rizky magang di LLDIKTI Wilayah III.
Foto: UNM
Mahasiswa Pordi Informatika UNM, MHD Rizky magang di LLDIKTI Wilayah III.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengalaman langsung di dunia kerja menjadi bekal penting bagi mahasiswa menghadapi tuntutan industri. Ini dirasakan MHD Rizky yang mengikuti Internship Experience Program (IEP) di LLDIKTI Wilayah III.

Rizky ditempatkan di Divisi Riset dan Pengabdian, bagian Pengembangan Aplikasi Web. Saat ini, ia merupakan mahasiswa semester 7 Program Studi Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis.

Kesempatan magang Rizky manfaatkan untuk menerapkan kompetensi pemrograman web, basis data, hingga pengembangan sistem dalam lingkungan kerja pemerintahan.

“Motivasi saya ikut IEP karena ingin membuktikan ilmu yang saya pelajari di kampus pemrograman web, basis data, sampai pengembangan sistem bisa dipakai untuk masalah nyata, bukan cuma tugas kuliah,” ungkap Rizky.

Sebelum mengikuti magang, Rizky melewati proses administrasi, seleksi CV, portofolio, transkrip nilai, hingga wawancara. Sejumlah proyek seperti Volunteer Hub dan Klinik Stunting menjadi portofolio yang mendukung proses seleksinya.

Ia mengapresiasi dukungan Nusa Mandiri Career Center (NCC) dalam proses magang ini. ‘’NCC berperan besar mulai dari sosialisasi program, membantu proses administrasi pendaftaran, sampai proses penempatan ke instansi mitra seperti LLDIKTI Wilayah III,” tuturnya.

Selama menjalani tahap awal magang, Rizky mempelajari alur kerja tim, sistem pengembangan aplikasi, serta standar dan prosedur di lingkungan pemerintahan.

Menurutnya, tantangan tidak hanya berkaitan dengan teknis, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan budaya kerja yang formal dan terstruktur.

Kompetensi dari mata kuliah Pemrograman Web, Basis Data, Rekayasa Perangkat Lunak, dan Keamanan Sistem Informasi turut mendukung aktivitasnya. Pengalaman tersebut sekaligus melatih disiplin, komunikasi, koordinasi, ketelitian, dan profesionalisme.

“Para pegawai di sini juga terbuka dan suportif terhadap mahasiswa magang, yang membuat saya semakin termotivasi untuk belajar profesionalisme kerja yang sesungguhnya, bukan hanya dari teori di kelas,” ujarnya.

Kepala NCC, Muhammad Faisal menilai, IEP menjadi fasilitas strategis untuk mempertemukan kompetensi akademik dengan kebutuhan dunia profesional. “IEP kami hadirkan sebagai jembatan pembelajaran di kampus dengan kebutuhan dunia professional,’’ katanya dalam keterangan Rabu (26/8/2026).

Menurut dia, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga perlu memiliki pengalaman nyata, kemampuan beradaptasi, komunikasi, kedisiplinan dan kesiapan menghadapi lingkungan kerja yang sesungguhnya.

Menurutnya, pengalaman di LLDIKTI Wilayah III memberikan perspektif baru bagi mahasiswa mengenai penerapan teknologi dan profesionalisme di lingkungan pemerintahan. Ketika mahasiswa mendapatkan kesempatan belajar di lingkungan kerja yang berbeda dengan kampus, mereka akan mendapatkan pengalaman yang lebih komprehensif.

‘’Inilah yang kami harapkan dari IEP, yaitu mahasiswa semakin percaya diri, kompeten dan memiliki gambaran lebih jelas mengenai karier setelah lulus,” imbuhnya.

Apresiasi juga disampaikan Arfhan Prasetyo, Ketua Program Studi Informatika UNM. Menurutnya, pengalaman Rizky menjadi bentuk penerapan kompetensi Informatika sekaligus evaluasi relevansi pembelajaran dengan kebutuhan profesional.

“Kami mengapresiasi kesempatan yang diperoleh Rizky untuk belajar langsung di LLDIKTI Wilayah III. Pengalaman seperti ini penting karena mahasiswa melihat langsung bagaimana kompetensi Informatika diterapkan dalam kebutuhan organisasi dan layanan di dunia kerja,” ujarnya.

Ia menambahkan, mahasiswa Informatika perlu mengembangkan kemampuan teknis sekaligus komunikasi, kerja sama, etika, dan adaptasi. Melalui program magang seperti IEP, mahasiswa tidak hanya belajar tentang teknologi, juga belajar menjadi profesional.

‘’Kami berharap pengalaman Rizky dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Informatika lainnya untuk berani mengambil kesempatan belajar di luar lingkungan kampus,” ujarnya.

Bagi Rizky, IEP memberikan pengalaman yang tidak sepenuhnya diperoleh dari ruang kelas, terutama dalam memahami kerja tim, birokrasi, dokumentasi, dan ekspektasi dunia profesional.

Ia pun mengajak mahasiswa memanfaatkan program magang untuk membangun pengalaman dan jejaring. “Manfaatkan program IEP sebaik mungkin. Jangan hanya mengejar nilai magang, tapi serap pengalaman dan bangun jaringan profesional. Siapkan portofolio nyata sejak kuliah, dan jangan takut keluar dari zona nyaman,” pesannya.

Pengalaman Rizky menunjukkan bagaimana kolaborasi kampus, pusat karier, dan mitra kerja dapat memperluas ruang belajar mahasiswa. Melalui IEP, UNM sebagai Kampus Digital Bisnis terus mendorong mahasiswa agar tidak hanya lulus dengan bekal akademik, tetapi juga memiliki pengalaman, kompetensi, dan kesiapan menghadapi dunia profesional.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi