Rabu 19 Aug 2026 17:48 WIB

Jika Pecah Perang Turki-Israel, Militer Siapa Lebih Unggul?

Keunggulan militer Turki akan meningkat jika Pakta Makkah dijalankan.

Pesawat tempur tanpa awak alias drone Anka buatan Turkish Aerospace Industries (TAI).
Foto: Dok Daily Sabah
Pesawat tempur tanpa awak alias drone Anka buatan Turkish Aerospace Industries (TAI).

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA – Potensi perang antara Israel dan Turki meningkat menyusul serangan Israel ke pangkalan udara Abu al-Duhur di Suriah. Bagaimana perbandingan militer kedua negara? Bagaimana juga perimbangan kekuatannya jika Pakta Makkah memicu dukungan militer Saudi dan Pakistan untuk Turki.

Turki sejauh ini memiliki kekuatan militer konvensional yang lebih besar dibandingkan Israel. Perbandingan tersebut tergambar dalam data Global Firepower (GFP) 2026 yang menempatkan Turki di posisi kesembilan dari 145 negara, sementara Israel berada di peringkat ke-15.

Baca Juga

Dalam indeks GFP, semakin kecil nilai Power Index, semakin kuat posisi sebuah negara. Turki mencatat skor 0,1975, sedangkan Israel 0,2707. GFP menegaskan, indeks tersebut merupakan gambaran teoretis mengenai kekuatan perang konvensional dan bukan prediksi mengenai hasil sebuah konflik. 

Perbedaan paling mencolok terdapat pada jumlah personel dan basis demografi. Turki memiliki populasi sekitar 84,1 juta jiwa, jauh di atas Israel yang sekitar 9,4 juta jiwa. Dari sisi personel aktif, Turki memiliki sekitar 481 ribu prajurit, sementara Israel sekitar 169.500 personel. Israel memang memiliki pasukan cadangan lebih besar, sekitar 465 ribu orang, dibandingkan Turki yang mencapai 380 ribu. 

Dengan demikian, dalam perang yang berlangsung lama dan membutuhkan mobilisasi besar, Turki memiliki basis sumber daya manusia yang jauh lebih besar. GFP memperkirakan jumlah penduduk Turki yang tersedia untuk dinas militer mencapai 42,98 juta orang, sedangkan Israel sekitar 3,95 juta. Jumlah penduduk yang dinilai layak untuk dinas militer juga menunjukkan kesenjangan serupa, yakni 36,09 juta di Turki berbanding 3,28 juta di Israel. 

Keunggulan Turki dalam jumlah tidak otomatis membuatnya unggul di semua lini. Salah satu sektor yang menjadi kekuatan utama Israel adalah angkatan udara. GFP mencatat Israel memiliki 597 pesawat militer, sedangkan Turki memiliki 1.101 pesawat. Namun, jika dipersempit pada pesawat tempur, Israel justru berada di atas Turki, dengan 239 pesawat tempur berbanding 201. Israel juga memiliki 45 pesawat serang khusus, sementara Turki tercatat tidak memiliki kategori pesawat tersebut.

photo
Perbandingan Kekuatan Militer Turki vs Israel - (Global Fire Power)

Israel juga unggul dalam jumlah pesawat tanker udara. GFP mencatat Israel memiliki 13 pesawat tanker, sementara Turki tujuh. Kemampuan ini penting karena memungkinkan pesawat tempur melakukan operasi jarak jauh dengan dukungan pengisian bahan bakar di udara.

Sebaliknya, Turki memiliki keunggulan besar dalam armada helikopter. Turki memiliki 509 helikopter, termasuk 111 helikopter serang. Israel memiliki 127 helikopter, dengan 48 diantaranya merupakan helikopter serang. 

Komposisi tersebut menunjukkan karakter kekuatan yang berbeda. Israel memiliki angkatan udara yang relatif lebih kecil secara jumlah tetapi memiliki konsentrasi tinggi pada kemampuan tempur dan proyeksi kekuatan udara. Turki, dengan armada yang jauh lebih besar, memiliki kapasitas penerbangan dan dukungan udara yang lebih luas.

Di sektor kekuatan darat, keunggulan Turki terlihat lebih jelas. GFP mencatat Turki memiliki 2.284 tank, sedangkan Israel 1.300 tank. Jumlah kendaraan lapis baja Turki mencapai 98.193 unit, dibandingkan 62.380 unit milik Israel.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi