Jumat 02 Oct 2026 12:42 WIB

Saudi Bantah Ada Bom Bunuh Diri di Masjidil Haram

Otoritas Saudi telah menangkap seorang pria karena menimbulkan kepanikan.

Jamaah haji memanjatkan doa sambil memegang dinding pintu Kakbah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Ahad (31/5/2026). Jamaah haji dari berbagai negara kembali memadati Masjidil Haram untuk menyelesaikan rangkaian ibadah haji yakni Tawaf Ifadah, Sai dan Tahalul.
Foto: ANTARA FOTO/Citro Atmoko
Jamaah haji memanjatkan doa sambil memegang dinding pintu Kakbah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Ahad (31/5/2026). Jamaah haji dari berbagai negara kembali memadati Masjidil Haram untuk menyelesaikan rangkaian ibadah haji yakni Tawaf Ifadah, Sai dan Tahalul.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Arab Saudi membantah laporan mengenai adanya pelaku bom bunuh diri di Masjidil Haram, Makkah.

Otoritas Saudi menyatakan telah menangkap seorang pria karena mengganggu orang yang melintas dan menimbulkan kepanikan.

Baca Juga

"Pihak keamanan di ibu kota suci telah menangkap seseorang karena mengganggu orang yang melintas serta menebarkan ketakutan dan kepanikan di antara mereka, dan orang tersebut segera ditangani. Otoritas keamanan menegaskan bahwa tidak ada kebenaran dalam klaim yang beredar terkait insiden tersebut," kata otoritas Arab Saudi dalam pernyataan di platform X.

Pernyataan tersebut tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai identitas atau kondisi pria yang ditangkap.

Sebelumnya, klaim yang beredar di media sosial menyebutkan seorang terduga pelaku bom bunuh diri mengenakan rompi berisi bahan peledak dan mendekati Kabah sebelum diamankan oleh petugas keamanan.

Ka'bah merupakan bangunan di tengah Masjidil Haram dan menjadi tempat suci paling utama di agama Islam.

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi