Rabu 29 Jul 2026 16:09 WIB

Sekolah Rusak di Grobogan Dikaitkan dengan Program MBG, Kepala BGN: Enggak Nyambung

Kerusakan sekolah itu dianggap tidak ada kaitannya dengan program MBG.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Mas Alamil Huda
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono saat pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sebagai Kepala BGN, menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri.
Foto: Republika/Prayogi
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono saat pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sebagai Kepala BGN, menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menanggapi kondisi SDN Tanggirejo di Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng). Menurut dia, kerusakan sekolah itu tidak ada kaitannya dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebagai orang Grobogan, Sudaryono mengaku mendapatkan informasi mengenai sekolah rusak yang belakangan viral di media sosial. Ia menyebut, sekolah itu telah rusak sebelum adanya program MBG, sehingga tidak ada kaitannya dengan BGN.

Baca Juga

"Kita objektif saja, sekolah itu rusak memang rusak sebelum ada program MBG," kata dia saat konferensi pers di Gedung BGN, Rabu (29/6/2026).

Meski begitu, menurut dia, kerusakan yang terjadi di SDN Tanggirejo telah mendapatkan respons dari pemerintah pusat. Ia menilai, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar sekolah itu dapat segera diperbaiki.

Sudaryono mengungkapkan, mekanisme perbaikan sekolah itu sebenarnya relatif mudah. Ketika ada sekolah rusak, masyarakat dapat membuat laporan ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Ketika laporan itu masuk, Kemendikdasmen pasti akan melakukan perbaikan.

Ia mengeklaim, selama ini Kemendikdasmen terus berupaya melakukan perbaikan sekolah rusak di berbagai wilayah Indonesia. Pada 2025, setidaknya ada 16 ribu sekolah rusak yang diperbaiki oleh Kemendikdasmen. Sementara pada tahun ini, akan ada 70 ribu sekolah rusak yang bakal diperbaiki.

"Ini kan masalahnya kan enggak fair ya. Sudah perbaiki 16 ribu, sekarang sudah perbaiki 70 ribu, begitu ada yang rusak, apalagi sebelahnya dapur MBG-nya mengkilat, bersih, warnanya biru, bagus, terus dibanding-bandingkan. Ini sesuatu yang menurut saya tidak fair ya," kata dia.

Menurut Sudaryono, tugas BGN hari ini adalah memastikan program MBG benar-benar terlaksana dengan baik dan benar. Dengan begitu, para penerima manfaat program MBG bisa terpenuhi kebutuhan gizinya.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi