REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mundurnya Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo secara tiba-tiba pada awal pekan ini memicu spekulasi banyak pihak. Pertanyaan muncul tentang apa yang menyebabkan Perry mundur mengingat selama ini ia cukup bertahan terhadap beragam kritikan.
Menurut tiga sumber Reuters, ada perselisihan antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Perry Warjiyo mengenai strategi pertumbuhan ekonomi sebelum pengunduran diri itu. Ketegangan bahkan dilaporkan terjadi selama berbulan-bulan di antara keduanya.
Perry Warjiyo diketahui tak hadir saat pengumuman pengunduran diri yang disampaikan oleh Deputi Senior BI Destry Damayanti bersama pembantu Presiden Prabowo Subianto pada Senin. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut Perry mundur karena 'alasan pribadi'
Reuters menyebut Bank Indonesia berada di bawah tekanan untuk mendukung agenda pertumbuhan besar Presiden.
Ketiga sumber yang memiliki pengetahuan langsung tentang masalah ini tidak mengatakan apakah ketidaksepakatan dengan Purbaya tersebut memainkan peran langsung dalam pengunduran diri Perry Warjiyo. Tiga sumber itu meminta namanya tak diungkapkan karena khawatir akan dampaknya,
Namun perbedaan antara Purbaya dan Perry disebut telah meningkat baru-baru ini mengenai kebijakan likuiditas dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dan rupiah.
Salah seorang sumber itu mengatakan bahwa pemikiran Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahwa likuiditas harus berlimpah bertentangan dengan upaya BI mengelola nilai tukar. Persoala itu bahkan menjadi sumber perdebatan internal yang cukup panas.
Lihat postingan ini di Instagram




