Selasa 02 Jun 2026 18:30 WIB

Mengapa Sering Kebakaran di Jakarta? Ini Kata Rano Karno

Kebakaran terkini terjadi di Kemayoran.

Kebakaran melanda permukiman di Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta, Senin (1/6/2026).
Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Kebakaran melanda permukiman di Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta, Senin (1/6/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 304 bangunan hangus terbakar dalam kebakaran yang terjadi di belakang Pasar Jiung, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/202. Akibatnya, terdapat 354 kepala keluarga (KK) dengan total 679 jiwa terdampak. 

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, menduga kebakaran hebat itu bermuka dari terjadinya korsleting listrik. Karena itu, ia tidak henti-hentimya mengingatkan masyarakat untuk benar-benar menjaga kondisi instalasi listrik di rumahnya masing-masing. 

Baca Juga

"Pemprov DKI prihatin dengan kejadian ini, dan sekali lagi yang bisa kita lakukan adalah mengulangi, me-warning kepada masyarakat, yang harus pertama kali dijaga adalah listrik," kata dia di Kemayoran, Selasa (2/6/2926).

Menurut dia, mayoritas penyebab kebakaran yang terjadi di Jakarta adalah karena korsleting listrik. Bahkan, angkanya bisa mencapai 95 persen.

"Karena di Jakarta ini hampir rata-rata kebakaran terjadi karena korsleting listrik. Itu berdasarkan survei kita, hampir 95 persen," kata dia. 

Karena itu, Rano kembali mengingatkan agar masyarakat bisa mencegah terjadinya kebakaran dari korsleting listrik. Salah satunya dengan menggunakan listrik tidak berlebihan. 

photo
Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) melakukan pemadaman api di Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta, Senin (1/6/2026). - (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

"Saya minta maaf, teman-teman tahu bagaimana situasinya, kadang-kadang dalam rumah seperti ini ada satu stopkontak dicolok 10 charger HP, kemudian belum buat kompor segala macam, akibatnya inilah terjadi panas. Nah itu realitas yang kita dapatkan," kata dia.

Diketahui, dalam kebakaran itu, terdapat 304 bangunan yang terdampak. Tak hanya itu, ada 354 KK dengan total 679 jiwa terdampak, yang terdiri dari 326 laki-laki, 353 perempuan. Dari total warga terdampak, sebanyak 35 orang merupakan lansia, 90 balita, 53 anak usia SD, 6 anak usia SMP, 22 anak SMK, serta 414 warga dewasa, termasuk ibu hamil.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement