Rabu 03 Jun 2026 18:11 WIB

Beri Bantuan untuk Siswa Terdampak Kebakaran Kemayoran, Mendikdasmen Pastikan Mereka Bisa Belajar

Dari total korban, sebanyak 139 orang di antaranya merupakan siswa sekolah.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Mas Alamil Huda
Kobaran api dan kepulan asap terlihat saat kebakaran melanda permukiman di Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta, Senin (1/6/2026). Mendikdasmen Abdul Mu’ti telah mengunjungi langsung para korban terdampak kebakaran itu pada Rabu (3/6/2026).
Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Kobaran api dan kepulan asap terlihat saat kebakaran melanda permukiman di Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta, Senin (1/6/2026). Mendikdasmen Abdul Mu’ti telah mengunjungi langsung para korban terdampak kebakaran itu pada Rabu (3/6/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 354 kepala keluarga (KK) dengan total 679 jiwa terdampak kebakaran di Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/2026). Dari total korban, sebanyak 139 orang di antaranya merupakan siswa sekolah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti telah mengunjungi langsung para korban terdampak kebakaran itu pada Rabu (3/6/2026). Tak hanya berkunjung, pihaknya juga telah memberikan bantuan berupa peralatan sekolah kepada para siswa terdampak.

Baca Juga

"Di sini tadi kami menyerahkan bantuan school kit. Nanti untuk semua anak, tidak hanya yang terdampak," kata dia di kawasan Kemayoran, Rabu pagi.

Menurut dia, kebakaran itu tidak hanya berdampak kepada siswa. Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan, ada juga dua orang guru dan satu tenaga kependidikan yang ikut terdampak kebakaran tersebut. Karena itu, pihaknya juga menyalurkan bantuan kepada guru dan tenaga kependidikan yang terdampak.

Mu’ti mengatakan, pihaknya juga telah menyiapkan proses pemulihan psikologis para korban kebakaran, terutama para siswa. Menurut dia, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah bekerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) untuk melakukan trauma healing kepada anak-anak.

"Ini adalah bagian dari, sekali lagi, kepedulian dan juga komitmen kami atas arahan Bapak Presiden untuk segera memberikan perhatian kepada anak-anak yang terdampak dan juga keluarganya," ujar dia.

Ia menyebutkan, kondisi anak-anak yang terdampak kebakaran itu terlihat ceria. Namun, trauma healing tetap mesti dilakukan agar mereka tetap memiliki semangat untuk belajar.

Ihwal kegiatan belajar mengajar, Mu’ti mengatakan, para siswa itu tetap dapat melakukan aktivitas seperti biasa. Mengingat, sebagian siswa juga tengah menjalani tes akhir semester.

"Mereka juga tetap belajar, dan yang mungkin karena kondisi tertentu tidak bisa mengikuti juga nanti diberi kesempatan untuk mengikuti tes susulan oleh masing-masing sekolah, sehingga tidak perlu ada kekhawatiran dengan musibah ini mereka kehilangan kesempatan belajar," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement