REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengakui adanya kenaikan kasus influenza di ibu kota dalam beberapa waktu terakhir. Namun, kenaikan tersebut masih relatif ringan, sehingga masyarakat tidak perlu terlalu khawatir.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku telah berkomunikasi dengan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait adanya kenaikan kasus influenza yang sedang terjadi. Menurut dia, kenaikan yang terjadi masih dalam batas wajar.
"Memang ada kenaikan, tetapi sebenarnya kenaikannya kecil sekali," kata dia, di kawasan Kelapa Gading, Selasa (29/9/2026).
Ia menyatakan, kenaikan itu baru menjadi outbreak ataupun dianggap sebagai wabah ketika mencapai di atas 150 persen. Sementara itu, kenaikan yang terjadi saat ini masih sangat jauh dari angka tersebut.
"Karena kenaikannya hanya 15 persen, menurut para ahlinya, bukan saya ini, ini masih sangat mild atau sehingga dengan demikian Jakarta masih aman-aman saja untuk hal yang berkaitan dengan influenza," ujar Pramono.
Meski begitu, Pemprov DKI Jakarta tetap meminta masyarakat segera mengakses fasilitas kesehatan apabila terindikasi terserang influenza atau ISPA. Ia memastikan, seluruh puskesmas dan rumah sakit di Jakarta terbuka untuk melayani masyarakat.
Sebelumnya, Dinkes Provinsi DKI Jakarta mencatat kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mengalami peningkatan sekitar 15,7 persen. Meski begitu, kenaikan itu dinilai masih sesuai dengan pola musiman dan belum menunjukkan adanya lonjakan signifikan kasus influenza A.




