Rabu 27 May 2026 09:14 WIB

Gelombang Panas Mulai Melanda Seluruh Dunia

Sejumlah negara sudah mengeluarkan peringatan gelombang panas.

Rep: Lintar Satria Zulfikar/ Red: Mas Alamil Huda
Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan pada layar yang menampilkan citra satelit cuaca di Kantor BMKG, Jakarta, Senin (6/5/2024). BMKG menyatakan fenomena cuaca panas yang terjadi di Indonesia bukanlah gelombang panas atau heatwave melainkan diakibatkan proses peralihan musim hujan ke musim kemarau atau pancaroba.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan pada layar yang menampilkan citra satelit cuaca di Kantor BMKG, Jakarta, Senin (6/5/2024). BMKG menyatakan fenomena cuaca panas yang terjadi di Indonesia bukanlah gelombang panas atau heatwave melainkan diakibatkan proses peralihan musim hujan ke musim kemarau atau pancaroba.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Sebagian Eropa dan India sudah dilanda gelombang panas musim panas tahun ini. Sejumlah negara sudah mengeluarkan peringatan gelombang panas.

Terdapat sejumlah laporan warga tenggelam di Inggris dan Prancis karena semakin banyak masyarakat yang berupaya meredakan suhu panas. London mencatat apa yang disebut "malam tropis" yakni ketika suhu malam hari tidak turun di bawah 20 derajat Celsius.

Baca Juga

Lembaga meteorologi Inggris, Met Office mengatakan suhu di selatan negara itu dapat mencapai 35 derajat pada pertengahan pekan ini. Pada Senin (25/5/2026) kemarin Inggris mencatat suhu terpanas di bulan Mei dengan 35,8 derajat Celsius di Kew Gardens di London.

Angka ini melampui rekor sebelumnya pada tahun 1922 dan 1944 ketika suhu mencapai 32,8 derajat Celsius. Suhu di Prancis pada Senin kemarin juga tembus rekor, mencapai 36 derajat Celsius tapi di sebagian wilayah mendapatkan malam di bawah 20 derajat Celsius.

Badan meteorologi Prancis, Meteo-France mengatakan "kubah panas" atau heat dome menyebabkan suhu udara melonjak drastis hingga 10 derajat Celsius di atas normal. Kubah panas merupakan fenomena yang terjadi akibat adanya sistem cuaca bertekanan tinggi mengurung panas di suatu wilayah.

Pakar mengatakan, pemanasan global meningkatkan frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem termasuk gelombang panas. Para ahli mengatakan cuaca ekstrem yang belum pernah terjadi sebelumnya dan mematikan, yang terkadang terjadi pada waktu yang tidak normal dan di tempat yang tidak lazim, membahayakan lebih banyak orang.

Gelombang panas tidak hanya membahayakan kesehatan tapi juga berisiko mendorong warga mengambil tindakan ekstrem untuk meredakannya. Kepolisian Inggris melaporkan seorang anak laki-laki berusia 13 tahun meninggal dunia akibat tenggelam di waduk di Halifax, Senin kemarin.

Juru bicara kepolisian Prancis Maud Bregeon mengatakan terdapat laporan tujuh kematian yang diduga berkaitan dengan suhu panas. Termasuk lima kasus tenggelam dan dua kematian di kompetisi olahraga.

Gelombang panas tidak hanya terjadi di Eropa. Sejumlah jalan dan pasar di New Delhi, India, terlihat lapang pekan lalu. Sebagian pedagang memilih berjualan di malam hari untuk menghindari suhu yang terlalu panas.

Departemen meteorologi India memperingatkan gelombang panas akan bertahan di sejumlah daerah selama beberapa hari. Ketika suhu di atas rata-rata suhu musiman. Pihak berwenang India sudah meminta warga untuk tetap berada di dalam ruangan selama jam-jam terpanas dan mengambil langkah pencegahan sakit yang disebabkan serangan panas.

Pekan lalu India mengumumkan gelombang panas menaikan suhu udara mencapai di atas 40 derajat Celsius di dataran rendah dan 30 derajat Celsius di dataran tinggi.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement