Jumat 31 Jul 2026 18:40 WIB

Perkuat Literasi, Kemendikdasmen Kirim 5,5 Juta Buku Bacaan ke 24 Ribu Sekolah Seluruh Indonesia

Selain buku cetak konvensional, ada pula buku digital, buku video, dan buku audio.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Mas Alamil Huda
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menghadiri acara seremonial pengiriman 5,5 juta eksemplar buku bacaan untuk 24.609 sekolah di 510 kabupaten/kota seluruh Indonesia di Pura Group, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (31/7/2026).
Foto: Dok Istimewa
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menghadiri acara seremonial pengiriman 5,5 juta eksemplar buku bacaan untuk 24.609 sekolah di 510 kabupaten/kota seluruh Indonesia di Pura Group, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (31/7/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, KUDUS — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyalurkan 5,5 juta eksemplar buku bacaan untuk 24.609 sekolah di 510 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Acara seremonial pendistribusian buku tersebut digelar di Pura Group, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (31/7/2026).

Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengungkapkan, buku bacaan yang didistribusikan ke puluhan ribu sekolah tersebut terdiri dari berbagai jenis buku. Selain buku cetak konvensional, terdapat pula buku digital (e-book), buku video (video book), dan buku audio (audio book)

Baca Juga

“Pengiriman 5,5 juta buku ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat literasi dan numerasi dengan menyediakan buku bacaan dan buku ajar bermutu. Targetnya akhir Agustus ini semua buku telah terdistribusikan ke sekolah-sekolah penerima," ujar Mu'ti.

Dia menerangkan, UNESCO sudah sempat merilis tingkat literasi di Indonesia. Angkanya yakni 0,001. Artinya dari 1.000 orang hanya satu orang yang gemar membaca. "Itu data lama, tentu sekarang sudah berubah. Kami telah berupaya keras untuk meningkatkan minat baca anak," ucapnya.

Mu’ti menjelaskan, guna menggenjot tingkat literasi, pihaknya mencanangkan tiga langkah, yaitu: membiasakan membaca, meningkatkan kecakapan membaca, dan menyediakan bahan bacaan bermutu yang cukup.

"Kebiasaan, kecakapan, dan kecukupan. Ini tiga langkah penting untuk meningkatkan literasi," kata Mu’ti.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi