REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG, – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mendukung program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di berbagai daerah di provinsi ini. Program ini dianggap sebagai solusi efektif untuk mengatasi persoalan sampah yang meningkat, sekaligus mendukung energi ramah lingkungan, seperti yang disampaikannya di Semarang, Rabu (20/5).
Menurut Saleh, pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi energi merupakan langkah strategis untuk mengurangi timbunan sampah dan menghasilkan energi alternatif yang bermanfaat bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa persoalan sampah harus ditangani secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Saleh berpendapat bahwa inovasi dalam pengelolaan sampah menunjukkan bahwa sampah dapat memiliki nilai manfaat ekonomi dan energi, bukan sekadar limbah. Namun, ia juga menegaskan bahwa pengendalian sampah tidak bisa hanya dilakukan dari sisi hilir melalui teknologi pengolahan saja. Penanganan harus dimulai dari hulu, terutama melalui kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah tangga.
Oleh karena itu, Saleh mendorong optimalisasi peran bank sampah di tingkat desa dan kelurahan sebagai upaya menekan produksi sampah dan meningkatkan nilai ekonomi dari limbah yang dihasilkan masyarakat. Jawa Tengah sendiri menghasilkan sampah sebanyak 6,3 juta ton per tahun. Pembangunan PSEL di Jawa Tengah akan difokuskan pada tiga kawasan prioritas berbasis aglomerasi yang selama ini menghadapi persoalan sampah.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.