REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Unai Emery kembali menegaskan reputasinya sebagai “raja” Liga Europa setelah membawa Aston Villa menjuarai kompetisi kasta kedua Eropa tersebut. Villa tampil dominan dengan mengalahkan SC Freiburg 3-0 pada final di Istanbul, Rabu (20/5/2026) malam waktu setempat.
Gelar itu menjadi trofi Liga Europa kelima Emery sepanjang kariernya, memperpanjang rekor sebagai pelatih tersukses dalam sejarah kompetisi tersebut. Ia kini sejajar dengan pelatih-pelatih legendaris seperti Carlo Ancelotti, Giovanni Trapattoni, dan José Mourinho dalam jumlah kemenangan di final kompetisi utama Eropa.
Villa memastikan kemenangan lewat gol Youri Tielemans, Emiliano Buendia, dan Morgan Rogers. Tielemans membuka skor melalui tendangan voli indah sebelum Buendía menggandakan keunggulan menjelang turun minum. Rogers kemudian memastikan kemenangan telak Villa sebelum laga berjalan satu jam.
Keberhasilan ini mempertegas kehebatan Emery di Liga Europa. Pelatih asal Spanyol itu sebelumnya memenangkan kompetisi tersebut tiga musim beruntun bersama Sevilla pada 2014 hingga 2016, lalu kembali menjadi juara bersama Villarreal CF pada 2021.
“Saya selalu sangat berterima kasih kepada Eropa, kepada setiap kompetisi, Liga Champions, Liga Conference, Liga Europa, tetapi terutama Liga Europa,” kata Emery, dikutip dari ESPN.
“Kami berjuang keras di kompetisi ini dan mencoba memberikan yang terbaik. Kami bermain dengan sangat serius musim ini,” lanjutnya.
Kesuksesan Emery bersama Villa terasa semakin istimewa mengingat kondisi klub saat ia datang pada 2022. Ketika itu Villa hanya berjarak satu tingkat di atas zona degradasi Liga Primer Inggris.
Dalam waktu singkat, Emery mengubah Villa menjadi kekuatan baru di Eropa. Ia membawa klub lolos ke Liga Champions musim lalu dan kembali memastikan tiket ke kompetisi elite Eropa musim depan.
View this post on Instagram




